Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Ketua DPRD DKI Tegaskan Pansus Fokus Bedah Isu Publik Strategis, Bukan Ranperda

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Wakil Ketua DPRD DKI Tegaskan Pansus Fokus Bedah Isu Publik Strategis, Bukan Ranperda Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Panitia Khusus atau Pansus seharusnya fokus menangani isu-isu strategis yang menjadi perhatian publik

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menegaskan Panitia Khusus atau Pansus difokuskan untuk menangani isu-isu strategis yang menjadi perhatian publik. Menurutnya, Pansus bukan dibentuk untuk membahas rancangan peraturan daerah, melainkan persoalan publik yang membutuhkan pendalaman khusus.

Wibi menjelaskan Pansus memiliki ruang kerja yang lebih fleksibel untuk mengurai permasalahan yang berdampak luas bagi masyarakat. Mekanisme ini dinilai efektif untuk menggali akar persoalan yang tidak bisa diselesaikan secara administratif biasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Wibi usai memimpin Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD DKI Jakarta, Kamis (8/1). Dalam rapat tersebut, pimpinan DPRD membahas arah kebijakan dan penanganan isu strategis yang tengah berkembang.

Menurut Wibi, melalui Pansus DPRD dapat melakukan kajian secara komprehensif dan mendalam. Hasil kajian tersebut nantinya akan dituangkan dalam rekomendasi yang bersifat solutif dan aplikatif.

"Melalui Pansus, DPRD dapat meneliti secara mendalam permasalahan yang menjadi perhatian masyarakat," ujar Wibi.

Ia menegaskan rekomendasi Pansus diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perbaikan pelayanan publik.

Ia menambahkan, isu-isu yang dibahas dalam Pansus umumnya merupakan persoalan yang menimbulkan keresahan masyarakat. Oleh karena itu, DPRD perlu hadir secara aktif untuk memastikan aspirasi publik benar-benar terakomodasi.

Wibi mencontohkan salah satu persoalan yang dinilai layak dikaji melalui Pansus, yakni praktik parkir pembohong yang sempat menjadi sorotan publik. Persoalan tersebut dinilai merugikan masyarakat dan mencerminkan lemahnya pengawasan di lapangan.

"Sebagai contoh persoalan parkir pembohong yang sempat menjadi sorotan," ungkap Wibi.

Menurutnya, masalah seperti ini tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan parsial.

Ia menilai pembentukan Pansus memungkinkan DPRD memanggil berbagai pihak terkait untuk dimintai keterangan. Dengan begitu, penyelesaian masalah bisa dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.

Wibi berharap keberadaan Pansus dapat memperkuat fungsi pengawasan DPRD DKI Jakarta. Selain itu, Pansus juga diharapkan mampu mendorong perbaikan kebijakan publik agar lebih berpihak kepada kepentingan warga.

Ke depan, DPRD DKI Jakarta akan terus memanfaatkan mekanisme Pansus untuk merespons isu-isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar DPRD tidak hanya berperan sebagai pembentuk regulasi, tetapi juga sebagai problem solver bagi warga Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
BMKG Keluarkan Peringatan D...
Megapolitan
Polisi Gelar Rekayasa Lalin...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.