Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Warga Resah Bau Busuk Tercium hingga Permukiman

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 20:50 WIB | Oleh:
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Warga Resah Bau Busuk Tercium hingga Permukiman Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/1).

JAKARTA - Tumpukan sampah yang kerap menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali dikeluhkan warga sekitar. Bau busuk dari sampah pasar bahkan tercium hingga ratusan meter dan mengganggu aktivitas warga di permukiman.

"Kalau biasa tidak bau. Tapi kalau pas dibongkar atau musim hujan itu baunya sampai tempat saya, RT 3, sekitar 200 meteran tercium," kata salah satu warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Roni di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu.

Dia mengatakan bau menyengat biasanya muncul ketika sampah sedang dibongkar atau saat musim hujan. Permasalahan bau sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini bukan hal baru karena sudah terjadi selama bertahun-tahun.

"Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi," ujar Roni.

Dalam beberapa waktu terakhir, kata dia, tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk bahkan terlihat menggunung. Kondisi ini semakin parah ketika pengangkutan sampah terhambat.

"Kadang-kadang kalau pas diambilin ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil ya gitu. Alasannya kan TPA Bantar Gebang lagi macet. Ya itu urusan pengelola. Tapi dampaknya ke warga," jelas Roni.

Dia mengaku terganggu dengan bau busuk yang kerap masuk hingga ke dalam rumah warga. "Asli bau. Sampai ke dalam-dalam rumah. Kadang-kadang sampai bilang, 'duh, ini bau sampahnya sampai begini'," katanya.

Sumber bau didominasi sampah sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar. Kondisi ini tentu berbeda dengan sampah rumah tangga yang volumenya lebih kecil.

"Ini kan sampahnya luar biasa, sampah Pasar Induk. Apalagi sayuran kalau busuk ya tahu sendiri," ucapnya.

Dia berharap pengelolaan sampah di Pasar Induk dapat ditangani lebih serius agar tidak lagi menumpuk dan menimbulkan bau menyengat.

"Harapan warga ya supaya bersih. Walaupun ada sampah, cepat diangkat, jadi dampaknya enggak ke warga. Kalau pun bau, jangan terlalu sampai masuk rumah," kata Roni.

Warga juga berharap pengelola Pasar Induk bersama instansi terkait dapat mencari solusi agar permasalahan sampah tidak terus berulang.

Hal serupa dikatakan warga setempat lainnya Syahrul (50). Syahrul mengeluhkan, tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur ini membuat lalat kerap berdatangan ke rumah warga sekitar.

Kondisi tersebut semakin terasa saat musim buah. Lalat semakin banyak berkumpul di area depan rumahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.