Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Orang Tua di Kabupaten Solok Tekankan Pentingnya Pembatasan Media Sosial bagi Anak

📅 Senin, 30 Mar 2026, 13:42 WIB | Oleh:
Orang Tua di Kabupaten Solok Tekankan Pentingnya Pembatasan Media Sosial bagi Anak Doc: Antara Foto
Ket. Dua anak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat membuka gawai sebelum berangkat ke sekolah.

Sejumlah orang tua di Kabupaten Solok, Sumatera Barat menilai pembatasan akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun sangat penting untuk melindungi tumbuh kembang mereka.

Salah satu orang tua asal Solok, Rahmi Gusniarti (32), Senin, mengaku sangat setuju jika dilakukan pembatasan medsos bagi anak-anak di bawah umur.

Ia juga mengapresiasi langkah yang diatur dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan dari PP TUNAS (Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak) mengenai penerapan pembatasan akses media sosial dan platform digital berisiko tinggi bagi anak di bawah 16 tahun.

"Saya sangat setuju sekali. Kita sebagai orang tua memang harus melindungi anak dari tayangan medsos. Apa lagi medsos zaman sekarang parah sekali," kata Rahmi.

Ibu empat anak itu juga mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri zaman sekarang anak tidak bisa lepas dari gawai dan medsos. Tantangannya sekarang bukan lagi bagaimana melarang mereka, tapi bagaimana mengarahkan agar anak tidak terlena dengan gawai.

Sebagai orang tua, diakuinya selama ini sudah cukup membatasi anaknya dalam mengakses medsos.

Saat ini Rahmi masih memberikan gawai kepada anak-anaknya, tetapi dengan memberi batasan tayangan yang boleh ditonton.

Orang tua lainnya, Ahmad Efendi (33), juga setuju dengan pembatasan akses medsos bagi anak-anak karena memang rawan bagi perkembangan perilaku mereka.

"Saya juga setuju dengan adanya pembatasan bermain gawai dan medsos bagi anak. Tapi saya termasuk kurang setuju jika ada orang tua yang melarang penuh anak mereka bermain gawai. Karena zaman sekarang kita memang tidak bisa terlepas dari gawai," ujarnya.

Menurut dia saat ini seiring perkembangan zaman dan teknologi, gawai telah bertransformasi menjadi pusat informasi dan alat bantu belajar yang sangat efektif.

"Saya juga tidak bisa membatasi anak-anak pakai gawai, karena segala informasi dan tugas-tugas sekolah mereka ada di situ. Kalau mereka dilarang sepenuhnya, saya takut mereka malah ketinggalan informasi," ujar dia.

Di samping itu, kata dia, konten-konten di medsos juga banyak yang edukatif membahas tentang pelajaran anak.

Saat ini, kata dia, gawai bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan juga buku pintar yang memungkinkan akses pengetahuan tanpa batas, kapan saja, dan di mana saja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.