Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri Kehutanan Umumkan Kelahiran Bayi Panda Pertama di Indonesia  

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 17:05 WIB | Oleh:
Menteri Kehutanan Umumkan Kelahiran Bayi Panda Pertama di Indonesia    Doc: Kemenhut

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengumumkan kelahiran bayi panda raksasa pertama di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan di Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor, Selasa (6/1) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Raja Juli bersama Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, HE Wang Lutong, meninjau langsung bayi panda di Istana Panda TSI.

“Ini adalah hari yang berbahagia, karena hari ini merupakan hari ke-40 kelahiran bayi panda pertama di Indonesia,” ujar Raja Juli dalam keterangannya.

Menhut menegaskan, kelahiran bayi panda ini bukan sekadar peristiwa biologis, melainkan bukti nyata keberhasilan kerja sama diplomasi lingkungan. Selain itu juga kolaborasi ilmiah internasional yang terjalin antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.

“Kelahiran bayi panda ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan diplomasi, persahabatan antarnegara, serta kemajuan ilmu pengetahuan,” kata dia.

Bayi panda tersebut merupakan hasil pasangan Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina). Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan nama Satrio Wiratama, dengan penulisan dalam bahasa Mandarin Li Ao (里奥) dan nama panggilan Rio.

“Nama Satrio Wiratama memiliki makna yang sangat indah. Satrio berarti kesatria, pemberani, mulia, dan berbudi luhur,” ucap Menhut.

Raja Juli Antoni menjelaskan, kehadiran panda raksasa di Indonesia merupakan hasil upaya panjang yang melibatkan tiga kepemimpinan Presiden RI yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto.

“Upaya mendatangkan induk panda telah dimulai sejak masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diterima pada era Presiden Joko Widodo pada 2017. Dan akhirnya melahirkan bayi panda di masa Presiden Prabowo Subianto,” kata dia.

Sementara itu, Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong, mengatakan kelahiran bayi panda tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Tiongkok dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi negaranya.

“Rio akan membawa lebih banyak keberhasilan dan keberuntungan. Selain bagi Presiden juga bagi rakyat Indonesia,” ujar dia.

Pendiri Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, menilai kelahiran Rio menjadi simbol keberhasilan konservasi satwa di Tanah Air. Ia menyebut, TSI memprioritaskan empat aspek utama dalam program konservasi panda,

"Yakni memperkuat kerja sama ekologi internasional, integrasi lintas budaya, mendorong penelitian ilmiah dan teknologi lintas negara. Serta pengembangan industri berbasis konservasi," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.