Kanker Serviks Diam-Diam Membunuh 20 Ribu Perempuan Indonesia Tiap Tahun, Ini Gejala yang Sering Diabaikan
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 17:34 WIB | Oleh: AlfredMenurut dokter yang pernah menangani pasien kanker serviks berusia 19 tahun atau usia termuda yang ditanganinya tersebut mengatakan, banyak perempuan tidak menyadari gejala awal kanker serviks karena keluhannya mirip kondisi umum, sehingga kerap kali dianggap sepele.
Gejala awal yang paling sering dikeluhkan antara lain keputihan berbau busuk dengan warna kecoklatan atau pink karena bercampur darah. Bahkan, volume keputihan lebih banyak dari biasanya. Selain itu, perdarahan juga tidak normal, seperti menstruasi dengan durasi lebih dari 8 hari, penggunaan pembalut lebih dari empat kali sehari, atau flek di luar siklus haid.
“Keputihan dan perdarahan itu paling sering, tapi justru paling sering diabaikan. Banyak pasien berpikir 'cuma keputihan biasa', sehingga menunda ke dokter,” kata Lisa menjelaskan.
Gejala awal juga bisa ditandai dengan perdarahan setelah berhubungan seksual. Waspada juga terhadap perempuan yang mengalami nyeri panggul, baik saat maupun di luar hubungan seksual. Apalagi bila perempuan mengalami anemia, gangguan buang air besar, hingga gangguan saluran kencing, hal tersebut sudah mengarah pada stadium lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kapan harus waspada?
Dr Lisa pun menguraikan batasan menstruasi normal untuk membantu perempuan mengenali tanda abnormal:
1. Durasi haid normal: 2-8 hari
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Jarak siklus: 21-35 hari
3. Pergantian pembalut normal: maksimal 4 kali sehari
Jika durasi haid lebih panjang, darah terlalu banyak, atau siklus datang terlalu cepat, maka pasien dapat segera melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan yang dianjurkan antara lain dengan tiga metode skrining yakni, IVA test atau pemeriksaan paling mendasar dan tersedia luas di berbagai fasilitas kesehatan termasuk puskesmas.
Kedua, pasien bisa melanjutkannya dengan pap smear yang dapat memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Setelah pap smear, pemeriksaan selanjutnya adalah HPV DNA test jika hasil IVA terdeteksi positif. HPV DNA test ini merupakan teknologi terbaru untuk mendeteksi keberadaan virus HPV bahkan sebelum terjadi perubahan sel.
“Kalau sudah lebih beratnya, itu biasanya bisa menyebabkan anemia, kemudian permasalahan di saluran cerna, jadi lebih sering sembelit, atau permasalahan di saluran kencing, jadi susah kencing,” ungkap dr Lisa.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi turut menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memperluas akses layanan kanker serviks melalui penguatan jejaring perawatan kanker nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!