Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Temanggung Dapat Bantuan Plasma Ozon Cegah Pembusukan Produk Pertanian

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 08:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Temanggung Dapat Bantuan Plasma Ozon Cegah Pembusukan Produk Pertanian Doc: ANTARA
Ket. Petugas menyalakan plasma ozon, untuk mencegah hasil pebusukan pertanian di Temanggung, Rabu (21/1/2026).

TEMANGGUNG – Desa Campurejo, Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendapat bantuan plasma ozon yang merupakan alat mencegah pembusukan produk pertanian dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

"Teknologi plasma berbasis ozon mulai diperkenalkan kepada para petani di Kabupaten Temanggung,  Plasma ozon ini merupakan inovasi dari Undip untuk mencegah pembusukan serta memperpanjang masa simpan hasil pertanian, seperti produk hortikultura maupun buah-buahan," kata Guru Besar Ilmu Ekonomi Undip, Firmansyah, di Temanggung, Rabu (22/1).

Ia mengatakan, teknologi ini mengandalkan generator plasma ozon yang dipasang pada sistem "cold storage" berkapasitas dua ton.

Ia menuturkan, hasil panen hanya direndam lima hingga sepuluh menit agar pada proses tersebut dapat membunuh mikro organisme penyebab pembusukan dan menghilangkan residu pestisida. Dengan demikian hasil pertanian maupun buah dapat bertahan segar hingga satu bulan.

"Dengan plasma ozon ini menyelesaikan problem pembusukan, pestisida hilang, walaupun pertanian dilakukan tradisional tidak organik, setelah dicuci istilahnya dia jadi organik, ini nilai barang bisa berlipat ganda tadinya dijual Rp25 ribu, mungkin karena organik bisa Rp35 ribu atau Rp50 ribu dan itu diterima pasar modern," katanya.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, inovasi ini menjadi opsi bagi petani untuk menunda penjualan hasil panen ketika harga di pasaran rendah karena bisa disimpan terlebih dahulu.

"Sehingga saat harga kembali normal dapat dijual, dengan demikian skema ini mampu menjaga pendapatan petani sekaligus menekan fluktuasi harga di tingkat pasar," katanya

Ia menyampaikan Pemkab Temanggung akan mendukung untuk bisa menyediakan alat ini di beberapa titik di Kabupaten Temanggung.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Semoga ini menjadi solusi berkaitan dengan akhirnya kepada pendapatan yang dimana akhirnya pada kesejahteraan para petani," katanya.

Kepala Bapperida Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana menyampaikan, ini adalah kerja sama antara Pemkab Temanggung dengan Undip  yang dirintis oleh Bapperida sehingga kerja sama ini menjadi  pembuka untuk kerja sama lainnya.

"Saat komunikasi Bapperida atas nama Pemkab Temanggung dengan  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyrakat (LPPM) Undip  bagaimana bisa ada manfaat langsung yang bisa diterima masyarakat lewat LPPM," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

53 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.