Sarangan Jadi Magnet, Lebih dari 1 Juta Orang Datang di 2025
📅 Selasa, 06 Jan 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Louis Rika
MAGETAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, tembus 1.094.668 orang sepanjang 2025.
Capaian ini mencerminkan kuatnya daya tarik destinasi unggulan Magetan, didorong oleh pemulihan sektor pariwisata, peningkatan mobilitas masyarakat, serta beragam agenda promosi dan event daerah.
Lonjakan kunjungan tersebut sekaligus mempertegas peran Telaga Sarangan sebagai motor utama pergerakan ekonomi pariwisata lokal.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Magetan Eka Radityo mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan di objek wisata Telaga Sarangan pada tahun 2025 tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Kalau melihat data setahun penuh, jumlah wisatawan yang datang ke Sarangan justru naik dibandingkan tahun 2024," ujar Eka Radityo di Magetan, Selasa (6/1).
Sebaiknya Anda baca juga:
Data Disbudpar Magetan menunjukkan destinasi unggulan itu dikunjungi 1.094.668 wisatawan selama tahun 2025 dengan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp20,202 miliar.
Jumlah itu naik dibandingkan kunjungan tahun 2024 yang berjumlah 1.080.666 orang dengan capaian PAD sebesar Rp20,102 miliar.
Meski capaian 2025 dinilai positif karena terjadi peningkatan, namun Disbudpar Magetan belum berhasil memenuhi target PAD yang ditetapkan. Hal itu karena target PAD sektor wisata Sarangan 2025 tergolong tinggi, yaitu sekitar Rp21,2 miliar. Untuk tahun 2026, target kembali naik menjadi Rp23,4 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Eka menjelaskan bahwa kondisi perkembangan ekonomi masyarakat, daya beli, hingga faktor cuaca turut mempengaruhi dinamika kunjungan wisata suatu kota ataupun kabupaten yang berdampak juga dengan perolehan PAD. Hal itu tidak hanya di Magetan tetapi juga di berbagai daerah lain.
"Wilayah wisata Batu, Bali, bahkan Yogyakarta juga mengalami tren serupa. Jadi memang banyak faktor eksternal yang mempengaruhi kunjungan wisatawan. Yang jelas, peningkatan kunjungan di Sarangan ini tetap menjadi modal keyakinan kami menghadapi target di tahun 2026," kata dia.
Eka menambahkan, pengelolaan pariwisata daerah untuk mendongkrak tingkat kunjungan, saat ini tidak lagi mengedepankan persaingan antar-wilayah, melainkan kolaborasi.
"Saat ini, daerah wisata idealnya saling bersanding, bukan bersaing. Paket wisata antar-wilayah harus saling menguatkan," katanya.
Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemda sekitar Magetan, seperti Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, dan juga Ponorogo guna pengembangan sektor pariwisata yang terintegrasi dan menarik minat.
Sementara, selama libur Natal dan tahun baru periode 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, kunjungan wisata ke Sarangan mencapai 117.447 pengunjung. Adapun puncak kunjungan wisatawan (peak season) di Sarangan biasanya terjadi saat libur Lebaran dan akhir tahun atau libur Natal dan tahun baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!