Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kakao Kebablasan Pasokan, Harga Referensi Global Januari 2026 Terkoreksi

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 17:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kakao Kebablasan Pasokan, Harga Referensi Global Januari 2026 Terkoreksi Doc: ANTARA/ Syifa Yulinnas
Ket. Arsip foto - Petani menjemur biji kakao di Desa Aunan Seupakat, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Aceh.

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat harga referensi (HR) biji kakao untuk periode Januari 2026 mengalami penurunan.

Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya suplai kakao dari sejumlah negara produsen, yang membuat pasokan global lebih longgar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Kemendag menilai kondisi ini merupakan respons pasar yang wajar. Ketika produksi membaik dan volume ekspor dari negara produsen meningkat, tekanan harga pun cenderung turun.

Bagi pasar domestik, perubahan HR ini menjadi indikator penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan eksportir, industri pengolahan, dan pelaku usaha di dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah tetap memantau dinamika global secara cermat. Fluktuasi harga kakao sangat dipengaruhi cuaca, pola tanam, hingga permintaan industri cokelat dunia.

Dengan pengawasan tersebut, Kemendag berharap penetapan HR tetap adaptif dan mampu menjaga stabilitas perdagangan kakao nasional di tengah perubahan pasar internasional.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis (1/1), Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan HR biji kakao ditetapkan sebesar 5.662,38 dolar AS per MT, turun sebesar 315,08 dolar AS atau 5,27 persen dari bulan sebelumnya.

Hal ini berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Januari 2026 yang menjadi 5.296 dolar AS per MT, turun 308 dolar As atau 5,49 persen dari periode sebelumnya.

"Penurunan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh peningkatan suplai biji kakao seiring dengan peningkatan produksi di negara produsen utama di wilayah Afrika Barat. Hal itu disebabkan membaiknya cuaca yang tidak diikuti oleh peningkatan permintaan," jelas Tommy.

Tommy menegaskan bahwa komoditas lainnya seperti HPE produk kulit periode Januari 2026 tidak berubah dari bulan sebelumnya. Kemudian, komoditas getah pinus periode Januari 2026 meningkat sebesar 27 dolar AS atau 3,24 persen dibandingkan dengan periode Desember 2025.

Di sisi lain, HPE produk kayu periode Januari 2026 meningkat pada beberapa jenis kayu, yaitu kayu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman; wooden sheet for packing box; serta kayu olahan dengan luas penampang 1.000 1.00mm2-4.000 mm2 dari jenis meranti, merbau, rimba campuran dan sortimen lainnya jenis eboni, hutan tanaman dari jenis pinus dan gemelina, acasia, sengon, karet, balsa, eucalyptus dan lainnya.

Sementara itu, kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis jati turun.

Kemudian, wood in chips or particle, chipwood, kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis hutan tanaman jenis sungkai, serta kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm2 untuk periode Januari 2026 tidak berubah dari periode Desember 2025.

Penetapan HR CPO, HR dan HPE biji kakao, HPE produk kulit, HPE produk kayu, dan HPE getah pinus untuk periode 1- 31 Januari 2026 tertuang pada Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 2392 Tahun 2025 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan BK dan tarif layanan Badan Layanan Umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.