Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Tuding Pemberontak Ingin Kacaukan Pemilu

📅 Rabu, 31 Des 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Tuding Pemberontak Ingin Kacaukan Pemilu Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ket. Sejumlah warga Kota Yangon antre di sebuah TPS saat Myanmar menggelar pemilu pada Minggu (28/12) lalu. Junta yang berkuasa menuding bahwa pemberontak telah mencoba untuk mengacaukan pemilu dengan melancarkan sejumlah serangan.

YANGON - Junta yang berkuasa di Myanmar pada Selasa (30/12) melayangkan tuduhan bahwa pemberontak telah melakukan serangan jahat dan brutal pada siang dan malam hari menjelang pemilihan yang diselenggarakan militer, melukai sedikitnya lima warga sipil dengan drone, roket, dan bom.

Angkatan bersenjata merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021 yang memicu perang saudara, tetapi pada Minggu (28/12) lalu mereka menggelar pemungutan suara dalam pemilihan bertahap selama sebulan yang mereka janjikan akan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat.

Para aktivis, diplomat Barat, dan kepala hak asasi manusia PBB mengutuk pemungutan suara tersebut, dengan alasan adanya penindasan terhadap perbedaan pendapat dan daftar kandidat yang dipenuhi sekutu militer yang kemungkinan akan memperpanjang kekuasaan angkatan bersenjata.

Gerilyawan prodemokrasi dan kelompok etnis minoritas yang menentang militer telah berjanji untuk memblokir pemilihan umum di wilayah-wilayah yang mereka rebut dalam perang.

Menurut media pemerintah, antara Sabtu (27/12) dan Minggu malam, mereka menyerang di 11 dari 102 kota tempat pemungutan suara diadakan pada fase pertama pemilihan.

Surat kabar junta, Global New Light of Myanmar, mencantumkan serangan pemberontak mulai dari menembakkan senjata berat dan roket dari jarak jauh hingga menjatuhkan bom menggunakan drone. Beberapa di antaranya dikatakan menargetkan langsung tempat pemungutan suara, tetapi yang lain diduga menghantam gedung-gedung pemerintah dan permukiman sipil.

"Sementara pemerintah dan rakyat memilih jalan demokrasi, kelompok teroris terus melakukan ekstremisme kekerasan," lapor The Global New Light of Myanmar.

Junta juga menuduh kelompok-kelompok yang tidak disebutkan namanya itu telah mengeluarkan surat ancaman, menyebarkan informasi palsu, dan menghalangi calon pemilih untuk melakukan perjalanan guna memberikan suara.

Disebutkan bahwa kelompok-kelompok tersebut bermaksud untuk mengganggu proses pemilihan dengan menghancurkan tempat pemungutan suara yang terbuka dan mengintimidasi para pemilih".

"Meskipun hanya lima warga sipil yang terluka, para pemilih yang sangat percaya pada demokrasi, memiliki kepercayaan dan mendukung pengelolaan pemilihan oleh pemerintah tetap mengantre untuk memberikan suara," tulis surat kabar milik pemerintah junta itu.

Evaluasi Asean

Sementara itu Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada Selasa mengatakan bahwa Asean akan menilai perkembangan di Myanmar setelah fase pertama pemilihan dan menghindari tindakan yang akan memberikan legitimasi prematur kepada partai mana pun.

PM Anwar yang negaranya memegang jabatan ketua bergilir Asean hingga akhir tahun, mengatakan bahwa para pemimpin dari blok regional yang beranggotakan 11 negara, termasuk Myanmar, akan terus mempertimbangkan perkembangan dengan cermat, termasuk langkah-langkah yang sedang dilakukan terkait proses politik di Myanmar.

“Setiap penilaian akan dilakukan secara bertahap, dipandu oleh kebutuhan untuk mengurangi kekerasan, menghindari tindakan yang dapat memperdalam perpecahan atau memberikan legitimasi prematur, dan menjaga kemungkinan adanya jalan ke depan yang inklusif dan kredibel,” kata dia kepada wartawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.