Nilai Tukar Rial Iran Anjlok, Teheran Dikepung Aksi Unjuk Rasa
📅 Selasa, 30 Des 2025, 20:32 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/ATTA KENARE
WASHINGTON DC - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintahannya akan mengutamakan reformasi ekonomi dan dialog dengan pengunjuk rasa menyusul merebaknya protes besar di Teheran akibat memburuknya kondisi ekonomi.
"Hajat hidup masyarakat menjadi perhatian saya setiap harinya. Kami memiliki aksi fundamental terkait agenda reformasi sistem moneter dan perbankan serta mempertahankan daya beli masyarakat," kata Pezeshkian di media sosial X, Senin (29/12).
Ia mengatakan telah menugaskan menteri dalam negeri untuk mendengarkan tuntutan masyarakat melalui dialog dengan perwakilan pengunjuk rasa, supaya pemerintah "dapat bertindak sekuat tenaga mengatasi permasalahan dan mengatasinya secara bertanggung jawab".
Pernyataan Pezeshkian tersebut disampaikan merespons demonstrasi terbesar di Iran dalam tiga tahun terakhir menyusul jatuhnya nilai mata uang rial ke titik terendah terhadap dolar AS.
Unjuk rasa yang berlangsung di Teheran dan kota-kota besar lainnya di Iran tersebut turut memicu pengunduran diri gubernur Bank Sentral Iran, Mohammad Reza Farzin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi ekonomi Iran semakin sulit akibat inflasi yang meningkat, ambruknya nilai tukar rial, stagnasi pertumbuhan PDB, serta arus pelarian modal yang dipicu oleh sanksi Amerika Serikat. Ant/Anadolu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!