Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur DKI Jakarta Resmikan Dua JPO Ramah Disabilitas

📅 Selasa, 30 Des 2025, 13:35 WIB | Oleh:
Gubernur DKI Jakarta Resmikan Dua JPO Ramah Disabilitas  Doc: Reza Pratama Putra

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru, yakni JPO Pesanggrahan di Jakarta Barat dan JPO Pangkalan Jati di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Peresmian kedua JPO ini sekaligus dilakukan di JPO Pesanggrahan, Jakarta Barat, pada Selasa (30/12).

Pembangunan kedua infrastruktur ini merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atas aspirasi warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berupaya hadir dan memenuhi kebutuhan warga.

"Dua JPO ini adalah dua JPO yang diminta oleh warga kemudian dilakukan rapat Musrenbang dan akhirnya diputuskan pada bulan April yang lalu dan sekarang Alhamdulillah sudah selesai," ujar Gubernur Pramono.

Gubernur Pramono menjelaskan, kedua jembatan ini memiliki spesifikasi modern dengan material khusus yang disebut conwood (concrete wood). Penggunaan material beton menyerupai kayu ini dipilih bukan tanpa alasan, yakni untuk mencegah kembali terulangnya kasus pencurian tangga JPO yang kerap terjadi.

”JPO yang tidak lagi dibuat dari besi, tetapi dari conwood. Jadi conwood itu concrete wood. Maka dengan demikian, pengalaman kita di beberapa tempat yang dulu materinya diambil, di tempat ini pasti gak bisa karena kalau diambil gak akan bisa dijual," jelas Gubernur Pramono.

Dua JPO ini memiliki masing-masing keunikan, yang dapat terlihat pada desain ornamen dengan mengangkat kearifan lokal. JPO Pesanggrahan di Jakarta Barat sendiri memiliki panjang 31 meter dan lebar tiga meter, serta dihiasi ornamen ikan cupang dan bunga anggrek.

Sedangkan JPO Pangkalan Jati di Jakarta Timur memiliki panjang 27 meter dan lebar tiga meter, dengan ornamen daun pinang yang menjadi ciri khas wilayah Cipinang.

Pramono menyampaikan, pembangunan berbagai infrastruktur, seperti JPO dan halte akan terus dilakukan di berbagai wilayah lainnya. Ia pun membuka peluang bagi pihak swasta untuk bekerja sama dalam pembangunan infrastruktur serupa ke depannya.

"Untuk membangun JPO tidak perlu semuanya dari APBD. Kita juga bisa menggunakan kerja sama dengan perusahaan, pribadi dan sebagainya selama kemudian transparan dan terbuka yang saling memberikan keuntungan," tutur dia.

Dilengkapi dengan fasilitas lift, JPO ini dirancang untuk mendukung kegiatan semua kalangan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Karena itu, Gubernur Pramono mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga fasilitas yang telah dibangun. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.