Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BLT Kesra Disorot Mensos: Warga Diminta Aktif Berikan Data Akurat Biar Bansos Tak Salah Sasaran

📅 Senin, 29 Des 2025, 17:10 WIB | Oleh:
BLT Kesra Disorot Mensos: Warga Diminta Aktif Berikan Data Akurat Biar Bansos Tak Salah Sasaran Doc: ANTARA
Ket. Mensos Saifullah Yusuf menegaskan penyaluran BLT Kesra diawasi ketat

JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pemerintah terus memperketat pengawasan penyaluran BLT Kesra agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Pengawasan tersebut difokuskan pada pemutakhiran data penerima manfaat yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

Menurut Saifullah Yusuf, perbaikan data menjadi fondasi utama agar BLT Kesra tidak meleset dari sasaran. Pemerintah juga membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya dalam proses pemutakhiran data tersebut.

"Pengawasannya lewat perbaikan data dan kami terus-menerus mengundang masyarakat untuk ikut melakukan pemutakhiran. Tanpa keterlibatan masyarakat, data tidak akan pernah benar-benar akurat," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Pernyataan itu disampaikan Mensos usai meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara di Kantor Pos Kebonrojo, Surabaya. Peninjauan dilakukan untuk memastikan BLT Kesra disalurkan tepat kepada penerima manfaat.

Pengawasan penyaluran BLT Kesra tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Masyarakat juga dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari sistem kontrol sosial.

Mensos menjelaskan masyarakat dapat menyampaikan masukan dan koreksi melalui berbagai jalur. Mulai dari operator desa, pendamping sosial, hingga Dinas Sosial setempat.

Selain jalur administratif, pemerintah menyediakan akses digital melalui aplikasi Cek Bansos. Aplikasi ini dirancang agar masyarakat lebih mudah melakukan pemantauan dan pelaporan.

Di dalam aplikasi Cek Bansos tersedia fitur "usul dan sanggah". Fitur ini memungkinkan warga maupun media mengajukan keberatan jika menemukan penerima BLT Kesra yang dinilai tidak memenuhi kriteria.

"Masyarakat bisa mengusulkan atau menyanggah jika melihat penerima manfaat yang tidak layak. Nanti kami bersama BPS akan melakukan koreksi berdasarkan laporan tersebut," kata Saifullah Yusuf.

Ia menegaskan setiap laporan yang masuk akan diverifikasi melalui mekanisme resmi. Proses verifikasi melibatkan pemerintah daerah hingga Badan Pusat Statistik untuk menjaga objektivitas data.

Menurut Mensos, pemutakhiran data BLT Kesra dilakukan melalui dua jalur. Jalur pertama adalah jalur formal yang dimulai dari tingkat desa hingga ke BPS.

Jalur kedua berasal dari partisipasi langsung masyarakat yang melaporkan kondisi riil di lapangan. Kombinasi dua jalur ini dinilai mampu meningkatkan kualitas data penerima bantuan.

Dengan pemutakhiran yang dilakukan secara konsisten, pemerintah optimistis akurasi data BLT Kesra akan semakin baik. Kesalahan penyaluran diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.

Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses aplikasi atau pendamping sosial, Kementerian Sosial menyediakan alternatif pengaduan. Salah satunya melalui Call Center 021-171 yang beroperasi selama 24 jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.