Ini Lima Tren Infrastruktur Digital yang Membentuk Ekonomi Digital Indonesia Menuju 2026
📅 Senin, 22 Des 2025, 19:30 WIB | Oleh: Haryo BronoModel ini membantu organisasi menghindari ketergantungan pada satu penyedia (vendor lock- in), mengoptimalkan biaya, serta memenuhi persyaratan kedaulatan data, terutama seiring menguatnya arah kebijakan terkait PP 71 dan keandalan infrastruktur digital secara lebih luas.
Di kawasan Asia Pasifik, adopsi multi-cloud terus meningkat karena organisasi mencari fleksibilitas dan ketahanan yang lebih besar di seluruh lanskap digital mereka. Platform interkoneksi netral semakin berperan sebagai lapisan integrasi, memungkinkan konektivitas privat langsung ke penyedia cloud utama sekaligus menghubungkan sistem on-premises dan lokasi edge secara patuh regulasi serta berorientasi pada kinerja.
“Seiring hybrid multi-cloud menjadi norma, model operasional yang mampu mengelola lingkungan on-premises, multi-cloud, dan edge secara konsisten kini menjadi pembeda kompetitif yang semakin penting,” terangnya.
Melihat Ke Depan
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia berada pada titik krusial. Adopsi AI semakin cepat, ekspektasi terhadap kedaulatan data terus meningkat, dan infrastruktur berevolusi menuju model yang terdistribusi dan saling terhubung lintas kota maupun lintas negara.
Bab berikutnya bukan sekadar “lebih banyak cloud” atau “lebih banyak AI”, melainkan kepadatan yang siap untuk AI, ketahanan yang dirancang sejak awal, arsitektur data yang berdaulat, kecerdasan di edge, serta hybrid multi-cloud sebagai standar operasional.
“Organisasi yang sejak dini mengintegrasikan kedaulatan dan interkoneksi ke dalam desain infrastrukturnya akan berada pada posisi terbaik untuk tumbuh secara bertanggung jawab, aman, dan kompetitif di tahun-tahun mendatang,” tamba Haris.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!