Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Perlu Khawatir, Operasi Hernia Anak Kini Lebih Minim Sayatan dengan Laparoskopi

📅 Minggu, 21 Des 2025, 18:35 WIB | Oleh:

“Benjolan menetap sampai usia 4 tahun; ukuran diameter defek melebihi 1,5-2 cm; diameter defek membesar; terjadi komplikasi, seperti terjepit atau kulit terbuka; ada rencana tindakan operasi lain,” paparnya.

Sementara itu, tindakan pembedahan dibutuhkan untuk hernia inguinal karena kondisi ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak dapat ditangani dengan terapi obat-obatan maupun pijat. Tindakan pembedahan hernia pada anak umumnya aman dan memiliki risiko komplikasi yang rendah.

Adapun penentuan waktu pembedahan bergantung pada kondisi hernia yang dialami si kecil. Untuk pembedahan terencana atau elektif dilakukan setelah bayi atau anak terdiagnosis hernia dan berada dalam kondisi sehat dan stabil. Sedangkan hernia yang terjepit harus segera ditangani dengan pembedahan darurat.

“Jika tidak segera ditangani, komplikasi mungkin terjadi dan timbul risiko terjadinya organ atau jaringan terjepit, kebocoran organ, hingga kematian organ atau jaringan,” tegasnya.

Pembedahan Laparoskopi sebagai Pilihan Metode Penanganan Hernia

Mengingat hernia kerap terjadi pada anak, pemeriksaan rutin dan deteksi sedini mungkin menjadi hal yang sangat penting. Hernia yang sudah mengalami penyempitan dapat menimbulkan nyeri hebat serta komplikasi yang lebih serius.

Salah satu metode operasi hernia adalah pembedahan terbuka, yaitu dengan membuat satu sayatan berukuran sekitar 1-2 cm pada setiap lokasi hernia. Namun saat ini operasi hernia menggunakan laparoskopi menjadi opsi yang lebih efektif karena teknologi yang digunakan lebih canggih dan bersifat minimal invasive, sehingga masa pemulihan menjadi lebih cepat dan memungkinkan untuk identifikasi hernia sisi kiri dan kanan melalui 1 sayatan (berukuran 0.5-1 cm).

Prosedur laparoskopi dimulai dengan membuat sayatan berukuran 0,5-1 cm pada pusar sebagai tempat masuknya kamera. Lalu, pada masing-masing lokasi hernia dibuat sayatan yang sangat kecil, sekitar 2-3 mm, untuk melakukan penutupan hernia.

Metode tersebut memungkinkan dokter untuk melakukan identifikasi sisi kanan dan kiri sekaligus melalui 1 sayatan. Apabila ditemukan juga hernia umbilikal, penutupan hernia umbilikal dapat dilakukan saat prosedur tanpa menambah jumlah sayatan lagi.

“Pasien umumnya dipantau selama 24-48 jam setelah prosedur. Perawatan luka setelah operasi perlu dilakukan dengan menjaga area tetap kering dan bersih dengan balutan tahan air,” ujar dr. Karmile.

Keunggulan Pembedahan Laparoskopi

Laparoskopi menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan prosedur bedah konvensional atau terbuka, antara lain: prosedur operasi dilakukan dalam waktu yang lebih singkat; memungkinkan deteksi hernia pada sisi kontralateral yang belum menunjukkan keluhan; organ dan saluran tubuh terlihat lebih jelas; ukuran sayatan operasi lebih kecil.

Pasien perlu berada dalam kondisi sehat dan stabil sebelum menjalani tindakan operasi. Persiapan ini penting untuk meminimalkan risiko komplikasi pasca operasi hernia, antara lain Kekambuhan (di bawah 1%), rasa nyeri, kerusakan saluran sperma (sekitar 1:1000 kasus), infeksi (sekitar 1-3%), hematoma atau pembekuan darah, hidrokel, cedera kandung kemih, dan kematian (kurang dari 1%)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Tangerang Diminta Eksploras...
Luar Negeri
AS dan Jepang Bahu-membahu ...

Obligasi Daerah Jangan Jadi Beban

15 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Obligasi Daerah Jangan Jadi...

Gerak Cepat, KAI Sumut Evakuasi KA Putri Deli yang Anjlok

58 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Gerak Cepat, KAI Sumut Evak...
Luar Negeri
Pentagon Jadwalkan Jet Temp...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.