Lima Alasan Kawasan Mixed-Use Jadi Pilihan Strategis Bisnis di Kota Besar
📅 Minggu, 21 Des 2025, 22:15 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Astra Property
JAKARTA – Kota-kota besar di Indonesia kini memasuki fase urbanisasi yang semakin intens, membawa tantangan baru dalam mobilitas dan produktivitas. Khususnya di Jakarta, waktu tempuh rata-rata pekerja mencapai 1-2 jam per hari, dengan sebagian besar waktu terbuang di perjalanan antara hunian dan tempat kerja.
Di tengah dinamika ini, pelaku bisnis dan perusahaan korporat tidak hanya mencari lokasi perkantoran yang strategis, tetapi juga ekosistem kerja terintegrasi yang mampu mendukung keberlangsungan operasional jangka panjang.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 67% penduduk Indonesia diproyeksikan akan tinggal di kawasan perkotaan pada 2035, dengan konsentrasi tertinggi di Jakarta. Sementara itu, penggunaan transportasi publik seperti MRT dan LRT terus meningkat, mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat terhadap konektivitas dan aksesibilitas.
“Konsep mixed-use development mulai menjadi solusi yang semakin relevan untuk menjawab kebutuhan ini. Berikut adalah lima alasan mengapa model pengembangan ini kini menjadi pilihan strategis untuk operasional bisnis modern,” ujar Head of Leasing Management and Corporate Communications Astra Property, Demmy Indranugroho, melalui siaran pers pada hari Jumat (19/12).
1. Dekat dengan Konsumen: Respons terhadap Tren "Near Me"
Sebaiknya Anda baca juga:
Perilaku konsumen telah berubah drastis. Pencarian untuk layanan "near me" di platform digital kini meningkat hingga 85%, mencerminkan pergeseran prioritas masyarakat yang menginginkan kemudahan akses tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Konsumen modern, termasuk pekerja kantoran, kini lebih memilih lokasi yang menawarkan berbagai fasilitas dan layanan dalam jangkauan dekat.
Bagi pelaku usaha ritel dan kuliner, keberadaan di kawasan mixed-use development menempatkan bisnis tepat di jalur pergerakan harian ribuan orang. Sementara bagi penyewa perkantoran, kedekatan dengan berbagai fasilitas memberikan benefit nyata seperti peningkatan efisiensi waktu dan kenyamanan karyawan.
2. Fasilitas Terintegrasi untuk Work-Life Balance Karyawan
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan konsep yang menggabungkan hunian, perkantoran, dan area komersial, kawasan mixed-use mengurangi jarak antar aktivitas penting dalam kehidupan urban. Potensi pemotongan waktu perjalanan, akses mudah ke fasilitas kesehatan, olahraga, serta pilihan kuliner, menjadikan lingkungan kerja lebih mendukung produktivitas dan kesejahteraan karyawan.
Bagi penyewa area ritel, keberadaan konsentrasi pekerja profesional dengan daya beli stabil membentuk ekonomi siang hari yang kuat. Hal ini menghasilkan pola konsumsi yang konsisten sepanjang hari, berbeda dengan area komersial standalone yang hanya ramai di waktu-waktu tertentu.
3. Akses ke Pasar Multi-Segmen yang Lebih Stabil
Mixed-use development menghubungkan tiga segmen pengguna sekaligus: penghuni residensial, pekerja kantoran, dan pengunjung eksternal. Masing-masing memiliki pola konsumsi berbeda, mulai dari kebutuhan sarapan pagi, makan siang kantor, hingga pengunjung sore dan malam hari.
Bagi pelaku usaha komersial, kondisi ini menciptakan traffic yang stabil dan sumber pendapatan yang lebih beragam. Berbeda dengan lokasi yang hanya memiliki satu fungsi dan bergantung pada satu segmen saja, mixed-use development menawarkan ketahanan bisnis yang lebih baik.
4. Efisiensi Operasional dan Komitmen Keberlanjutan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!