Kapolda Kepri Minta Semua Pihak Waspada Potensi Teror saat Nataru
📅 Sabtu, 20 Des 2025, 02:05 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
BATAM -- Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin meminta semua pihak termasuk jajaran kepolisian untuk mewaspadai potensi teror yang terjadi pada saat Natal dan Tahun Baru.
“Antisipasi terorisme ini sudah kami bahas dalam rapat koordinasi lintas sektor, sudah diberikan peringatan oleh Pak Kabinda, kita semua harus waspada. Walaupun sampai saat ini belum ada terdeteksi serangan teror, namun kita tetap waspada semuanya,” kata Asep di Batam, Jumat.
Jenderal polisi bintang dua itu meminta masyarakat untuk mewaspadai di lingkungannya dengan memperhatikan tetangga dan sekelilingnya bila ada aktivitas yang mencurigakan.
“Termasuk kepada warga jangan sampai tetangganya, sekelilingnya ada niat-niat yang mengganggu pelaksanaan ibadah. Termasuk tidak ada toleransi terhadap kelompok yang intoleran,” katanya.
“Ini perayaan Natal bagi saudara-saudara yang merayakan, jadi harus membagikan rasa aman, dan nyaman,” sambungnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polda Kepri telah menggelar Operasi Lilin Seligi 2025 mulai dari tanggal 20 Desember 2025 sampai 2 Desember 2026 yang melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan TNI, Polri dan pemerintah daerah.
Terpisah, Kepala Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kepri Brigjen TNI Bonar Panjaitan juga mengingatkan semua pihak untuk waspada terhadap sekecil apapun potensi tindak pidana terorisme di wilayahnya.
“Kita harus waspada, jangan pernah lengah satu jengkal pun. Karena di Batam ini pernah punya catatan tidak baik di Batam ini terkait peledakan gereja. Oleh karena itu kita antisipasi, bersama-sama jajaran intel yang lain, lakukan monitoring,” kata Bonar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bonar mengatakan saat ini jajaran intel sudah bergerak ke kelompok-kelompok yang terindikasi.
Antisipasi terus dilakukan untuk menjaga Kepri tetap aman, mengingat wilayah tersebut juga menjadi destinasi wisata ketiga terbayang dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Ini yang kita jaga. Supaya daerah ini jangan sampai hal-hal seperti itu (teror) mengganggu ibadah Natal, kegiatan masyarakat liburan, maupun wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Pada tahun 2000 di Kota Batam pernah ditemukan bingkisan hitam diduga bom di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Sungai Panas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!