Rupiah Rawan Tekanan, 17 Juli 2026
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 08:35 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada di bawah tekanan, menjelang akhir pekan ini seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bang sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat berpotensi mendorong penguatan dollar AS sehingga memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah menjelang akhir pekan masih dipengaruhi oleh sentimen kebijakan The Fed. Hal itu seiring pernyataan Gubernur The Fed Kevin Warsh yang menegaskan komitmen bank sentral AS untuk menurunkan inflasi ke target 2 persen dan membuka peluang penyesuaian suku bunga jika tekanan inflasi tetap tinggi.
Warsh, lanjutnya, juga menilai investasi besar di sektor kecerdasan buatan (AI) tidak akan secara otomatis memicu inflasi yang lebih luas. Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (17/7), bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran 17.986 – 18.030 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (16/7) sore, menguat 82 poin atau 0,45 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.986 rupiah per dollar AS. “Penguatan rupiah dipengaruhi rencana langkah pemerintah memitigasi dampak el-nino,” ujar Analis dari Bank Woori Saudara Rully Nova.
Dia menambahkan rencana pemerintah menjaga inflasi dan langkah yang akan dijalankan untuk mitigasi dampak el-nino diapresiasi positif pelaku pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan pangan selain beras dalam kondisi siap, melalui penguatan stok pangan pokok strategis, guna memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi musim kemarau. Dalam laporan Bapanas, stok cadangan pangan Pemerintah dalam bentuk beras di Perum Bulog berada di angka 5,2 juta ton per 8 Juli 2026.
Sementara itu, cadangan pangan pemerintah daerah tingkat provinsi tercatat total 7,34 ribu ton sampai akhir Juni lalu dan di tingkat kabupaten/ kota total ada 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah. Kemudian, cadangan pangan dalam bentuk jagung pakan per 8 Juli masih terdapat sebanyak 188 ribu ton dan disalurkan untuk peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga lebih ekonomis.
Cadangan pangan dalam bentuk minyak goreng tercatat sebanyak 1,1 ribu kiloliter dan gula konsumsi sekitar 2,79 ribu ton, di mana keduanya ada di Bulog dan ID Food. Selain itu, cadangan pangan dalam bentuk daging ayam masih ada 38 ton di ID Food.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mitigasi dampak el-nino sangat penting dalam hal pengendalian harga pangan mengingat inflasi sudah mendekati target BI (Bank Indonesia) 1,5-3,5 persen dan dampak kenaikan harga minyak dunia tídak bisa diantisipasi pemerintah seiring eskalasi geopolitik,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!