Alasan AS Menyerang Kapal Venezuela dan Mengapa Trump Mengancam Maduro
📅 Kamis, 18 Des 2025, 14:23 WIB | Oleh: Lili LestariJustru negara tetangganya, Kolombia, adalah produsen kokain terbesar di dunia, tetapi sebagian besar diperkirakan masuk ke AS melalui jalur lain, bukan melalui Venezuela.
Menurut laporan Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) dari tahun 2020, hampir tiga perempat kokain yang mencapai AS diperkirakan diselundupkan melalui Pasifik dengan hanya sebagian kecil yang datang melalui kapal cepat di Karibia.
3. Menggulingkan Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan keras membantah menjadi pemimpin kartel dan menuduh AS menggunakan "perang melawan narkoba" sebagai dalih untuk mencoba menggulingkannya dan menguasai cadangan minyak Venezuela yang melimpah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah AS telah menetapkan Maduro sebagai pemimpin Organisasi Teroris Asing (FTO).
Pemerintah Venezuela menyebut unggahan Trump sebagai "ancaman yang mengerikan" dan menuduh presiden AS itu bermaksud mencuri kekayaan negara tersebut.
Menggunakan citra satelit, gambar dari media sosial, dan informasi dari pelacak kapal yang tersedia untuk umum, pemerintah Venezuela telah mengidentifikasi 14 kapal militer AS di wilayahnya, termasuk kapal perusak rudal dan kapal serbu amfibi. Mereka juga menemukan sejumlah pesawat militer dan drone di Puerto Rico.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada bulan Oktober, Trump mengakui telah mengizinkan CIA untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela. Pemerintahan Trump juga telah menggandakan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro.
4. Menguasai Minyak Venezuela
Minyak adalah sumber utama pendapatan devisa pemerintah Maduro, dengan keuntungan dari sektor ini membiayai lebih dari setengah anggaran pemerintah.
Saat ini, Venezuela mengekspor sekitar 900.000 barel per hari. Tiongkok adalah pembeli terbesarnya.
Namun, meskipun penilaian AS menunjukkan bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, AS mengatakan bahwa Venezuela relatif kurang memanfaatkan cadangan tersebut.
Venezuela hanya memproduksi 0,8% dari total minyak mentah global pada tahun 2023, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), karena tantangan teknis dan anggaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!