Alasan AS Menyerang Kapal Venezuela dan Mengapa Trump Mengancam Maduro
📅 Kamis, 18 Des 2025, 14:23 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: X
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meningkatkan tekanan terhadap pemimpin sayap kiri Venezuela, Presiden Nicolás Maduro. Puluhan serangan militer terhadap kapal-kapal yang dituduh membawa narkoba dari Venezuela menyebabkan 90 orang tewas sejauh ini.
AS telah mengerahkan 15.000 tentara dan berbagai kapal induk, kapal perusak rudal, dan kapal serbu amfibi ke Karibia. Tujuan yang dinyatakan dari pengerahan tersebut adalah untuk menghentikan aliran fentanil dan kokain ke AS.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan AS telah melakukan lebih dari 20 serangan di perairan internasional terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba. Lebih dari 90 orang tewas.
Dalam serangan terakhir, pada 16 Desember, Trump memerintahkan blokade angkatan laut terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar Venezuela - kurang dari seminggu setelah pasukan AS menyita sebuah kapal tanker yang dikenai sanksi di lepas pantai negara itu.
Alasan AS Serang Kapal-kapal dari Venezuela
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Gelombang Imigran
Trump menyalahkan Maduro atas kedatangan ratusan ribu migran Venezuela di AS. Mereka termasuk di antara hampir delapan juta warga Venezuela yang diperkirakan telah melarikan diri dari krisis ekonomi dan penindasan di negara itu sejak 2013.
Tanpa memberikan bukti, Trump menuduh Maduro "mengosongkan penjara dan rumah sakit jiwa" dan "memaksa" para narapidana untuk bermigrasi ke AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Pemberantasan Narkoba
Trump juga berfokus pada pemberantasan masuknya narkoba - terutama fentanyl dan kokain - ke AS. Trump menuding Venezuela menjadi pemasok narkoba ke negaranya yang menyebabkan banyak warga AS terjerat narkoba.
Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social miliknya, Trump menuduh pemerintah Maduro menggunakan minyak "curian" untuk "membiayai diri mereka sendiri, terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan".
Trump telah menetapkan dua kelompok kriminal Venezuela - Tren de Aragua dan Cartel de los Soles - sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) dan menuduh bahwa FTO dipimpin oleh Maduro sendiri.
Para analis menunjukkan bahwa Cartel de los Soles bukanlah sebuah kelompok hierarkis, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pejabat korup yang telah membiarkan kokain melewati Venezuela.
Menurut para ahli pemberantasan narkotika, Venezuela adalah pemain yang relatif kecil dalam perdagangan narkoba global, hanya bertindak sebagai negara transit tempat narkoba yang diproduksi di tempat lain diselundupkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!