Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Direktur eLaw Institute Desak Pemerintah Segera Adopsi AI dan Susun UU Kecerdasan Buatan

📅 Selasa, 16 Des 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Direktur eLaw Institute Desak Pemerintah Segera Adopsi AI dan Susun UU Kecerdasan Buatan Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – Di tengah tuntutan publik akan pelayanan yang cepat dan transparan, integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam tata kelola pemerintahan dinilai bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak.

Hal ini ditegaskan oleh Eko Prastowo (EP), Direktur eLaw Institute, saat menjadi narasumber utama dalam pelatihan AI di Ombudsman Republik Indonesia dalam acara bertajuk “Optimalisasi Kinerja Ombudsman RI Melalui Integrasi Artificial Intelligence” yang digelar Senin (15/12).

"Pemerintah dan lembaga negara harus berani melakukan lompatan teknologi. Adopsi AI mutlak diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi layanan publik. Kita harus mampu mengoptimalkan teknologi untuk kemajuan Indonesia," tegasnya di Kantor Ombudsman RI, Jakarta.

“Di sisi lain, saat ini ada kekosongan hukum yang serius. Pemerintah dan DPR harus segera menyusun Undang-Undang tentang AI serta menerbitkan pedoman teknis pemanfaatan AI bagi lembaga negara untuk menjamin kepastian hukum dan etika.”

"Saya juga sedang menyusun usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kecerdasan Buatan. Kita butuh landasan yang kuat agar teknologi AI menjadi alat bantu yang akuntabel, bukan sekadar tren tanpa aturan," ungkap Eko Prastowo yang juga menjabat Sekjen Pergerakan Advokat.

Tantangan Lonjakan Laporan

Sementara itu, Kepala Keasistenan Utama II (Bidang Penegakan Hukum) Ombudsman RI, Siti Uswatun Hasanah, menyambut baik inisiatif integrasi teknologi ini. Ia mengakui bahwa lembaga pengawas pelayanan publik ini menghadapi tantangan berat berupa kesenjangan antara jumlah SDM dan beban kerja.

Mengacu pada data internal, Siti mengungkapkan tren kenaikan laporan masyarakat yang signifikan dalam lima tahun terakhir.

"Pada tahun 2024, laporan yang masuk melonjak drastis mencapai 10.837 laporan. Kenaikan ini mencerminkan tingginya ekspektasi publik, namun di sisi lain memberikan tekanan berat pada kapasitas operasional kami. Metode kerja manual berisiko menimbulkan penumpukan berkas dan perlambatan respons," ujar Siti.

Siti menambahkan, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah yang selaras dengan mandat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk memastikan efisiensi dan transparansi kinerja instansi di tengah keterbatasan sumber daya manusia.

Konsep "Kendali Manusia"

Dalam pelatihan tersebut, Eko Prastowo memperkenalkan modul AI “Strategi Efisiensi Pemeriksaan Berbasis Kendali Manusia". Ia menekankan bahwa AI di lingkungan pemerintahan harus diposisikan sebagai alat bantu (decision support system), bukan pengambil keputusan (decision maker).

"AI kita gunakan untuk pekerjaan repetitif seperti pemilahan data (triage) dan analisis dokumen, namun keputusan akhir dan rasa keadilan tetap mutlak berada di tangan manusia. Inilah model integrasi yang paling aman dan etis untuk sektor publik," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.