Antrean BBM Subsidi Mengular di Sulsel, Harga Pertalite hingga Pertamax di Pengecer Melambung.
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 02:31 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Kesulitan dalam memperoleh bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang berdampak pada padatnya antrean di berbagai SPBU di Sulawesi Selatan (Sulsel), juga mengakibatkan harga BBM berupa pertalite hingga pertamax di sejumlah pengecer dan Pertamini melambung tinggi.
Harga pertalite eceran yang biasanya dijual Rp15 ribu (ukuran botol besar air mineral) kini dijual seharga Rp35 ribu. Sementara ukuran botol mineral sedang seharga Rp25 ribu.
"Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantri berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat," ujar salah satu warga Manggala, Makassar bernama Rahma, di Makassar, Sabtu.
Dia mengakui sulitnya memperoleh BBM berpengaruh terhadap aktivitasnya sehari-hari, seperti mengantar anak ke sekolah, mengunjungi kerabat dan urusan pekerjaan di luar kantor.
Menurut dia lagi, ada kekhawatiran jika lebih banyak menggunakan sepeda motornya di tengah sulitnya memperoleh BBM. Maka dari itu, beberapa hal dialihkan ke jasa ojek daring agar aktivitasnya tetap berjalan, kendati hal tersebut mengharuskannya mengeluarkan budget lebih besar atas fenomena antrean panjang pembelian BBM.
Seorang pedagang BBM eceran asal Kabupaten Takalar bernama Muliati mengakui harga BBM jenis pertalite yang dijajakannya meningkat drastis, lantaran besarnya upaya yang harus dilakukan untuk memperoleh produk energi tersebut.
Dia mengaku, harus menunggu di waktu dini hari untuk memperoleh BBM, mulai dari pukul 01.00 hingga 02.40 WITA. Waktu tersebut dipilih karena waktu antrenya terbilang lebih singkat dibanding siang hari yang bisa mencapai empat sampai lima jam.
"Sekarang, sudah tidak masalah, yang diberikan pertalite atau pertamax yang penting kita menjual karena kalau tidak begitu, mata pencarian kami pedagang kecil akan hilang," kata dia lagi.
Tingginya harga BBM jenis pertalite eceran juga terdeteksi pada ketersediaan BBM di Pertamini. Harganya juga tak kalah tinggi, mencapai Rp15 ribu-Rp20 ribu per liter padahal harga normalnya hanya Rp10 ribu per liter. Meski begitu, antrean panjang pun terlihat di beberapa titik Pertamini.
Salah satunya Pertamini yang ada di Jalan Minasa Upa, Makassar. Antrean panjang terlihat di ruas jalan tersebut yang mengakibatkan kemacetan sejak sore hingga malam hari. Penampakan yang sama juga terlihat di beberapa Pertamini dan terbilang diserbu masyarakat yang sudah kehabisan BBM untuk kendaraannya.
Saat ini, pemerintah daerah maupun Provinsi Sulsel tengah melakukan upaya solutif bersama Pertamina agar fenomena ini tidak berlangsung lama. Apalagi telah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk layanan publik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!