UB Buka Crisis Center Bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
📅 Kamis, 11 Des 2025, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
MALANG - Direktorat Kemahasiswaan Universitas Brawijaya (UB) membuka Crisis Center untuk melakukan proses verifikasi bantuan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Pulau Sumatera. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa yang terdampak bencana di wilayah Sumatera mendapatkan bantuan secara tepat, cepat, dan sesuai kebutuhan.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Setiawan Noerdajasakti, turun ke lapangan untuk mengawasi jalannya pendataan dan pengecekan dokumen mahasiswa terdampak.
Setiawan menjelaskan bahwa verifikasi ini merupakan langkah krusial sebelum penyaluran bantuan dilakukan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh mahasiswa yang terdampak benar-benar mendapatkan bantuan tanpa ada yang terlewat. Inilah bentuk tanggung jawab UB untuk hadir dalam kondisi darurat, terutama ketika mahasiswa sedang mengalami kesulitan,” ujarnya saat ditemui di lokasi verifikasi.
Ia menegaskan bahwa UB bergerak cepat setelah laporan mengenai mahasiswa terdampak bencana Sumatera diterima Crisis Center. Menurutnya, pendataan awal menunjukkan bahwa sejumlah mahasiswa sedang mengalami kendala finansial, kesulitan akses komunikasi, hingga kehilangan tempat tinggal sementara.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bantuan tidak hanya berbentuk uang, tetapi juga dukungan psikologis, kebutuhan harian, dan akses akademik. Kami tidak ingin mahasiswa terhambat proses pendidikannya akibat bencana,” tambahnya.
Setiawan menyampaikan bahwa verifikasi hari ini merupakan bagian dari rangkaian tahapan penanganan bencana yang telah disiapkan kampus. Setelah verifikasi selesai, UB akan segera melakukan rapat tindak lanjut untuk menentukan jenis bantuan dan waktu penyalurannya. Putusan ini diharapkan dapat mengurangi beban mahasiswa dan membantu mereka kembali stabil menjalani kegiatan akademik.
Setiawan menuturkan bahwa kampus akan terus memantau perkembangan kondisi mahasiswa di Sumatera.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memantau situasi hingga mahasiswa benar-benar pulih. UB akan terus hadir mendampingi, karena keselamatan dan kenyamanan mahasiswa adalah prioritas kami,” tegasnya.
Hingga sore hari, proses verifikasi masih berlangsung dan melibatkan sejumlah petugas dari Direktorat Kemahasiswaan. UB menargetkan seluruh pendataan dapat selesai dalam waktu singkat agar bantuan dapat segera disalurkan secara resmi.
Dengan langkah ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan dalam membantu mahasiswa di situasi kritis, sekaligus memperkuat sistem respons cepat kampus terhadap situasi bencana yang berdampak langsung pada kesejahteraan mahasiswa.
Sementara itu, Yusuf Hafidzun Alim, Sekretaris Menteri Koordinator Pelayanan Eksekutif Mahasiswa (EM UB) menyampaikan pihaknya mendukung penuh mekanisme pelayanan yang diterapkan Crisis Center UB dalam verifikasi kali ini.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses pendataan agar setiap kebutuhan mahasiswa bisa teridentifikasi dengan baik.
“Kami memastikan bahwa seluruh prosedur verifikasi berjalan transparan dan akurat. Kolaborasi ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai regulasi kampus,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!