Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendag Tegaskan ICA-CEPA Tunggu Presiden

📅 Kamis, 11 Des 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Kemendag Tegaskan ICA-CEPA Tunggu Presiden Doc: istimewa
Ket. Djatmiko Bris Witjaksono Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag - DPR kan juga berjenjang gitu, nanti dibahas di komisi, nanti diputuskan pakai undang-undang, atau pakai Perpres.

Melalui perjanjian ini, lebih dari 90 persen pos tarif Indonesia mendapat preferensi di pasar Kanada. Bahkan, beberapa produk akan langsung menikmati tarif 0 persen.

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan bahwa ratifikasi kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) hanya tinggal menunggu Presiden Prabowo Subianto mengajukan pembahasan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Sudah di Presiden. Nanti Presiden tinggal ke DPR ya. Nanti di DPR, dibahas, di internal, diturunkan,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono dalam acara 'Canada–In-Asia: Momentum Jakarta’ di Jakarta, Rabu (10/12).

Seperti dikutip dari Antara, Djatmiko menuturkan bahwa kementerian sendiri tidak dapat menentukan kapan ratifikasi oleh DPR dapat selesai karena pembahasan internal memang selalu memakan waktu dan sulit diprediksi.

“DPR kan juga berjenjang gitu, nanti dibahas di komisi, nanti diputuskan pakai undang-undang, atau pakai Perpres. Kemudian itu diputuskan, bisa lewat Perpres, nanti dikembalikan ke pemerintah, nanti ditandatangan oleh Presiden,” ucapnya.

Begitu parlemen memberikan persetujuan, lanjutnya, Kemendag akan segera mengimplementasikan perjanjian ekonomi tersebut secepat mungkin.

Djatmiko menjelaskan bahwa ICA-CEPA merupakan sebuah tonggak sejarah, bukan hanya bagi Indonesia dan Kanada, tetapi juga bagi hubungan Kanada dengan kawasan Asia.

Dirinya turut menyoroti kondisi dinamis global yang menjadi salah satu alasan dibalik terwujudnya penandatangan ICA-CEPA pada September. Penandatangan berhasil dilakukan dengan rentang pembahasan yang kurang dari 24 bulan.

“Tahun ini menjadi tahun yang paling menantang bagi semua orang. Semua orang akan menghadapi masa yang paling sulit, baik secara individu, sebagai kelompok, maupun sebagai anggota komunitas perdagangan global,” ujarnya

Melalui implementasi ICA-CEPA, lebih dari 90 persen pos tarif Indonesia mendapat preferensi di pasar Kanada. Bahkan, beberapa produk akan langsung menikmati tarif 0 persen.

Sejumlah komoditas yang akan merasakan dampak langsung dari ICA-CEPA, di antaranya adalah produk olahan makanan, manufaktur, otomotif, elektronik, tekstil, hingga alas kaki.

Mitra Utama

Pada kesempatan itu, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton menuturkan bahwa Ottawa membidik perluasan kerja sama sektor agrifood dengan Jakarta seiring penandatanganan kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

“Kedua negara kita memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Keahlian Kanada dalam teknologi pertanian dan praktik berkelanjutan, serta sektor agrifood Indonesia yang dinamis dan pengaruh regional yang terus berkembang,” kata Dutton.

Ia menegaskan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu mitra utama Kanada di sektor agrifood. Pada tahun 2024, Kanada mengekspor lebih dari 1,2 miliar dollar AS (sekitar 20 triliun rupiah) produk agrifood dan hasil laut ke Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.