Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Klaim 97 Persen Listrik di Aceh Pulih Tidak Benar, KESDM Harus Percepat Penanganan!

📅 Rabu, 10 Des 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Klaim 97 Persen Listrik di Aceh Pulih Tidak Benar, KESDM Harus Percepat Penanganan! Doc: Antara
Ket. Foto udara petugas memasang kabel listrik ke tiang yang baru di lokasi terdampak banjir bandang di Batu Busuk, Padang, Sumatera Barat, Kamis (4/12)

JAKARTA-Anggota DPR RI dari Dapil Aceh Ruslan M Daud, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pemulihan jaringan listrik di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor. Ia menilai kondisi di lapangan masih jauh dari klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut 97 persen suplai listrik telah kembali normal.

“Masih banyak daerah terdampak banjir dan longsor yang hingga hari ini listriknya belum menyala. Kondisinya tidak seperti yang dikatakan sudah 97 persen pulih. Pemadaman berkepanjangan membuat masyarakat makin kesulitan di tengah situasi pascabencana. Kami mendesak pemerintah, khususnya Menteri ESDM, benar-benar mempercepat pemulihan listrik,” ujar Ruslan dikutip dari Parlementaria, Jakarta, Rabu (10/12).

Anggota Komisi V DPR RI ini menyampaikan bahwa ketiadaan listrik membuat proses pemulihan pascabencana berjalan lambat dan membebani masyarakat. Pelayanan publik, termasuk administrasi, fasilitas kesehatan, distribusi logistik, hingga akses komunikasi, tidak dapat beroperasi secara normal.

“Di banyak daerah, pelayanan publik tidak bisa berjalan maksimal karena listrik belum masuk. Banyak warung kopi dan UMKM terpaksa memakai genset dengan biaya tinggi. Bila tidak memakai genset, aktivitas mereka lumpuh dan roda ekonomi terganggu,” kata Politisi Fraksi PKB ini.

Selain itu, pemadaman listrik berdampak pada akses air bersih karena banyak pompa air tidak dapat beroperasi. Sejumlah SPBU juga belum berfungsi karena jaringan listrik belum pulih. Hanya beberapa SPBU yang tetap beroperasi dengan genset yang menyala terbatas.

Ruslan menambahkan bahwa proses evakuasi warga terdampak turut terhambat akibat minimnya penerangan dan terbatasnya alat komunikasi. Relawan dan aparat di beberapa lokasi kesulitan memetakan daerah yang masih terisolasi karena jaringan listrik dan telekomunikasi belum stabil.

“Ketika listrik padam, akses informasi terbatas. Relawan sulit berkoordinasi, terutama di malam hari. Ini memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Pemerintah harus menjadikan pemulihan listrik sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa percepatan pemulihan listrik merupakan kebutuhan mendesak yang berkaitan dengan keselamatan warga, kelancaran evakuasi, pemulihan ekonomi, serta stabilitas sosial di wilayah terdampak. 

Masih Terisolir

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh terkait belum selesainya pemulihan listrik pasca-banjir. Ia mengungkapkan bahwa masih ada beberapa daerah yang terisolasi dan belum mendapatkan aliran listrik akibat kerusakan yang terjadi.

Meskipun demikian, pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus berupaya dengan maksimal untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik di daerah yang terdampak. Ia menegaskan bahwa perbaikan jaringan kelistrikan di Aceh tetap menjadi prioritas pemerintah, meskipun proses tersebut memerlukan waktu dan usaha yang berkelanjutan.

"Saya yakin dan percaya bahwa pasti masih banyak kekurangan. Pasti masih terjadi hal-hal yang tidak pernah kita perkirakan terjadi di lapangan. Karena itu, sebagai pemerintah juga ikut prihatin yang sedalam-dalamnya dan kalau ada yang memang belum maksimal kami memberikan pelayanan, kami memohon maaf," ungkap Bahlil dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa (9/12).

Dirnya menambahkan bahwa pemerintah akan mengerahkan semua sumber daya dan kekuatan negara untuk mempercepat pemulihan sektor energi, khususnya di Provinsi Aceh. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...

Grossi: PBB Perlahan Kehilangan Peran

50 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Grossi: PBB Perlahan Kehila...

Produk Impor Bikin UMKM Sulit Bersaing

50 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Produk Impor Bikin UMKM Sul...
Olahraga
Dukungan CAF untuk Infantin...
Olahraga
Tes Genetik WTA Dimulai, Pe...

Polres Situbondo Distribusikan Air Bersih ke Desa Kekurangan Air

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Polres Situbondo Distribusi...
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.