Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Kepastian Hukum, Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Sulit Tercapai

📅 Selasa, 09 Des 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tanpa Kepastian Hukum, Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Sulit Tercapai Doc: istimewa
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkapkan kegelisahannya karena iklim investasi nasional yang berantakan mengakibatkan ekonomi Indonesia tertinggal dibanding dengan negara tetangga.

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat dicapai jika sektor riil bertumbuh, investasi berjalan, dan ada investor baru. Dari semua itu, investasi ke sektor riil akan tumbuh jika ada kepastian hukum. 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkapkan kegelisahannya karena iklim investasi nasional yang berantakan mengakibatkan ekonomi Indonesia tertinggal dibanding dengan negara tetangga.

Dalam Pembukaan Rapimnas Kadin 2025, baru-baru ini, Purbaya mengakui bahwa langkahnya belum cukup untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan karena adanya hambatan dalam masalah investasi yang ia sebut sebagai “bottleneck”.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan hambatan investasi di Indonesia disebabkan oleh persoalan persoalan klasik.

Sulitnya menciptakan kepastian hukum membuat investor berhitung masuk RI. "Investor global khawatir jika tiba tiba regulasinya berubah di tengah jalan. Ini berpotensi menimbulkan pembengkakan biaya,”papar Esther.

Masalah itu diperparah dengan keruwetan birokrasi. Izin yang berbelit belit membuat investor enggan masuk ke Indonesia, karena khawatir nanti banyak biaya yang tidak terduga.

Belum bicara keamanan dan aksi premanisme yang belakangan kerap dikeluhkan pelaku usaha. Begitu mau bangun pabrik, keamanan mulai terganggu yang tentu berpengaruh ke biaya.

Pemerintah tegas Esther seharusnya bertindak tegas agar investor merasa dilindungi oleh negara, namun faktanya tidak seperti itu. Masalah tersebut makin parah dengan dengan biaya logistik yang sangat mahal. ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Indonesia masih di atas 6.

Berdayakan Potensi Lokal

Sementara itu, pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bisa berkelanjutan apabila daerah mampu menggerakkan potensi dan sumber daya lokal secara optimal.

“Banyak daerah memiliki kekuatan ekonomi yang belum diolah maksimal, padahal inilah yang mestinya menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang,” jelas Aditya.

Investasi jelasnya memegang peran sentral untuk mendorong potensi tersebut agar naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

“Investasi yang dibutuhkan bukan hanya modal dari luar, tetapi juga penguatan pembiayaan domestik serta penanaman modal yang sesuai kebutuhan riil masyarakat,” kata Aditya.

Namun demikian, arus investasi diakuinya tidak akan mengalir secara stabil tanpa kepastian hukum yang jelas. “Pelaku usaha butuh rasa aman atas regulasi, perizinan, dan kerangka hukum yang melindungi aktivitas usaha mereka. Tanpa kepastian itu, keputusan investasi pasti tertunda,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Hilang Kendali, Sebuah Taks...

Tradisi Sembahyang Rebutan di Semarang

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Tradisi Sembahyang Rebutan ...

Inflasi bulan Agustus 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi bulan Agustus 2026
Megapolitan
Pemkab Bogor Masih Diubek-u...
Daerah
BNPB Salurkan 62.000 Liter ...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.