Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FAO Soroti Tri Hita Karana, Jadi Model Transformasi Pertanian Berkelanjutan

📅 Senin, 22 Jun 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
FAO Soroti Tri Hita Karana, Jadi Model Transformasi Pertanian Berkelanjutan Doc: ANTARA/ Ni Putu Putri Muliantari.
Ket. Ilustrasi - Wisatawan saat berfoto di papan Jatiluwih kawasan Subak Jatiluwih, Tabanan, Bali, Sabtu (4/5/2024).

DENPASAR – Sistem pertanian berkelanjutan menjadi pendekatan penting dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan petani.

Model ini menekankan efisiensi penggunaan sumber daya alam, pengurangan input kimia berlebihan, serta peningkatan kesehatan tanah melalui praktik ramah lingkungan.

Dalam jangka panjang, penerapan sistem ini tidak hanya menjaga stabilitas hasil panen, tetapi juga mengurangi risiko degradasi lahan dan ketergantungan pada input eksternal.

Dengan dukungan inovasi teknologi, kebijakan yang tepat, serta peningkatan kapasitas petani, pertanian berkelanjutan dapat menjadi fondasi utama ketahanan pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar.

Organisasi PBB Bidang Pangan dan Pertanian (FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste menjadikan filosofi masyarakat Bali Tri Hita Karana sebagai contoh dalam melaksanakan transformasi menuju sistem pertanian berkelanjutan.

“Tri Hita Karana berjalan lintas generasi dan itu contoh klasik yang kami ingin dunia menyadarinya,” kata Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal secara virtual di sela Dialog Global Transformasi Padi Berkelanjutan di Sanur, Denpasar, Senin (22/6).

Tri Hita Karana merupakan kearifan lokal masyarakat Bali yang menekankan tiga konsep hubungan harmonis sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhan atau hubungan spiritual.

Kearifan lokal tersebut juga menjadi landasan dalam sistem pertanian di Bali salah satunya yang dapat diamati di kawasan pertanian Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, sekaligus menjadi salah satu ikon pariwisata dan situs warisan budaya tak benda dari Organisasi PBB UNESCO.

Rencananya, puluhan delegasi dari 12 negara di Asia dan Afrika yang hadir dalam dialog tersebut akan mengunjungi Subak Jatiluwih untuk mempelajari sistem pertanian berkelanjutan yang diterapkan termasuk sistem irigasi pengairan.

Ia mengatakan mengingat ketersediaan sumber daya air menjadi salah satu tantangan utama dalam transformasi pertanian berkelanjutan, selain upaya menekan emisi karbon, degradasi tanah dan adaptasi iklim.

“Praktik seperti penyiraman dan pengeringan bergantian bisa menurunkan emisi metana 20-30 persen sekaligus mengurangi konsumsi air,” ujar dia.

Selain pengelolaan air, ia juga menekankan tiga bidang yang berdampak besar dalam memajukan produksi padi yang rendah emisi yaitu varietas unggul dan sistem yang terintegrasi.

Kemudian, penguatan kebijakan, pembiayaan dan insentif pasar yang mendorong praktik berkelanjutan dan dapat diperluas serta memastikan transformasi pertanian bersifat inklusif melalui pemberdayaan kepada perempuan, anak muda dan kelompok rentan.

“Transformasi terjadi lebih cepat ketika negara-negara saling belajar, ketika pendekatan yang berhasil bisa diadaptasi dan ditingkatkan skalanya dan ketika tantangan diatasi secara kolektif dibandingkan dilakukan sendiri,” katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.