Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perpusnas: Pemajuan Naskah Butuh Program Dari Hulu hingga Hilir

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perpusnas: Pemajuan Naskah Butuh Program Dari Hulu hingga Hilir Doc: ANTARA
Ket. Arsip Foto - Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam peringatan puncak HUT ke-45 Perpusnas di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

JAKARTA – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, mengatakan bahwa dalam rangka pemajuan naskah Nusantara terdapat beberapa program yang perlu disiapkan dari hulu hingga hilir.

“Mulai dari pelestarian pendayagunaan hingga penguatan ekosistem pernaskahan Nusantara,” ujar Aminudin dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Jumat (25/7).

Upaya tersebut dihadirkan melalui beberapa langkah yang disebut lebih maju daripada pengelolaan naskah sebagaimana biasanya. Ia menyebut cara ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran masyarakat secara bersama-sama terhadap naskah warisan negeri sebagai bentuk ingatan kolektif.

Ia pun menyerukan kepada masyarakat secara luas untuk lebih peduli pada para tokoh pemilik naskah bersejarah.

Dengan diangkatnya peristiwa perang Jawa sebagai salah satu kegiatan yang digelar di Perpusnas, hal ini menurutnya menjadi salah satu upaya memperpanjang ingatan masyarakat pada nilai-nilai dari Perang Jawa yang akan terus bisa dihidupkan sehingga dapat terus terpelihara.

Tahun 2024, lanjut dia, Perpusnas memperluas ketersediaan buku bacaan bagi anak usia sekolah dengan menerbitkan seri cerita bergambar dan komik berbasis naskah kuno, selain itu pihaknya juga telah menerbitkan 970 buku alih aksara alih bahasa, saduran dan kajian yang dapat diakses secara bebas.

Sementara dalam kaitan peringatan 200 tahun Perang Jawa, Perpusnas akan menerbitkan 25 seri komik Diponegoro yang akan disebarkan ke perpustakaan-perpustakaan hingga ke desa-desa serta dapat diakses secara daring dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Perpusnas memastikan tetap menyebarkan seribu buku untuk 10 ribu lokus di seluruh Indonesia, utamanya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) meski mengalami efisiensi anggaran.

"Kami jamin tidak ada pengurangan buku maupun lokasi, dan ini tersebar dari Aceh sampai Papua. Pengelola perpustakaan daerah juga kami berikan pelatihan tentang cara menyusun, memajang, dan melayankan buku melalui daring dengan memanfaatkan kawan-kawan yang terbentuk dalam Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) untuk menjamin agar literasi tetap berjalan," kata Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.