Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Targetkan Galang Dana 33 Miliar Dolar AS pada 2026 untuk Bantuan Kemanusiaan

📅 Selasa, 09 Des 2025, 15:32 WIB | Oleh:
PBB Targetkan Galang Dana 33 Miliar Dolar AS pada 2026 untuk Bantuan Kemanusiaan Doc: AFP/LUIS TATO
Ket. Seorang pengungsi menerima sekarung makanan dan sebotol minyak goreng saat distribusi makanan di kamp Musenyi, Burundi, Afrika timur.

NEW YORK - Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) pada Senin (8/12) mengatakan tujuan utamanya pada 2026 adalah menggalang total 33 miliar dolar AS.

Dana tersebut nantinya untuk membantu 135 juta orang melalui 23 operasi negara dan enam rencana bagi para pengungsi serta migran.

OCHA menyebutkan prioritas utamanya untuk tahun depan adalah menyelamatkan 87 juta nyawa dengan pendanaan sebesar 23 miliar dolar AS.

OCHA mengungkapkan PBB dan para mitranya pada Senin (8/12) meluncurkan seruan kemanusiaan global 2026 untuk menyelamatkan jutaan nyawa di lokasi-lokasi yang terdampak paling parah dalam perang, bencana iklim, gempa bumi, wabah, dan di mana pun terjadi kegagalan panen.

"Seruan ini menegaskan bahwa kita perlu berfokus pada energi kolektif kita terlebih dahulu: nyawa demi nyawa," kata Under-Secretary-General PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher.

Fletcher menyebutkan laporan Global Humanitarian Overview 2026 didasarkan pada reformasi, bukti, dan efisiensi, seraya menyampaikan PBB sedang mengalihkan wewenang ke organisasi-organisasi lokal dan mengalokasikan lebih banyak dana langsung ke tangan orang-orang yang membutuhkannya.

Global Humanitarian Overview, yang dipublikasikan pada Senin, merupakan penilaian tahunan tentang kebutuhan kemanusiaan global dan cara meresponsnya serta memberikan analisis mengenai faktor-faktor yang mendasari kebutuhan dan gambaran tentang sumber daya yang diperlukan untuk mendukung orang-orang yang menjadi target bantuan.

"Seperti yang anda ketahui, pemangkasan dan krisis pendanaan yang brutal tahun ini mengganggu dan bahkan memutus rantai bantuan kemanusiaan," ujar Stephane Dujarric selaku Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB dalam sebuah konferensi pers harian. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.