KTT India-Russia: Modi dan Putin Pamer Kedekatan di Tengah Tekanan Barat
Jumat, 05 Des 2025, 16:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Kremlin Pool/AP
JAKARTA - Presiden Russia Vladimir Putin mendapat sambutan karpet merah saat tiba di New Delhi untuk menghadiri KTT India-Russia ke-23. Kedatangannya makin mencuri perhatian karena Perdana Menteri India Narendra Modi melanggar protokol dengan menjemput Putin langsung di landasan dan memberikan pelukan hangat sebelum keduanya menuju makan malam pribadi.
Gestur tersebut menjadi balasan atas jamuan pribadi yang pernah diberikan Putin kepada Modi di Novo-Ogaryovo pada Juli tahun lalu. Hubungan personal kedua pemimpin kembali diperlihatkan secara terbuka dalam momentum diplomatik yang sarat kepentingan strategis ini.
KTT India-Russia telah digelar selama lebih dari dua dekade, kecuali saat pandemi, dengan fokus memperkuat kerja sama di sektor pertahanan, energi nuklir sipil, perdagangan, hingga pengembangan minyak. Pertemuan tahun ini menempatkan isu perdagangan sebagai agenda utama.
Russia membawa delegasi bisnis besar mengingat nilai perdagangan kedua negara pada 2024-2025 mencapai hampir 69 miliar dolar AS. Namun, neraca perdagangan sangat timpang karena ekspor India hanya berada di bawah 5 miliar dolar AS.
Di sisi lain, Putin memanfaatkan pertemuan ini untuk melindungi hubungan dagang dan pertahanan dari tekanan dan sanksi Amerika Serikat terkait perang Ukraina. Ia menegaskan kepada India Today bahwa kolaborasi Russia–India tidak pernah digunakan untuk merugikan pihak lain.
"Baik saya maupun PM Modi tidak pernah, meskipun ada tekanan, menggunakan kolaborasi kami untuk bertindak melawan siapa pun," ujar Putin dalam wawancara tersebut.
Sebelum KTT berlangsung, Duma Negara Russia telah meratifikasi Perjanjian Pertukaran Timbal Balik Dukungan Logistik (RELOS). Pakta ini memungkinkan kapal perang, pesawat militer, dan formasi militer kedua negara mendapatkan dukungan logistik saat berada di wilayah masing-masing.
Bagi India, perjanjian ini membuka akses ke pelabuhan militer Russia di sepanjang Rute Laut Utara, jalur Arktik dari Vladivostok ke Murmansk yang menjadi rute cepat menghubungkan Asia dan Eropa.
India memanfaatkan pertemuan ini untuk menegaskan otonomi strategisnya sekaligus menjaga hubungan dengan Russia tanpa tunduk pada tekanan Amerika Serikat. Modi menekankan keinginan India untuk mendorong stabilitas global.
"India tidak netral; India berada di pihak perdamaian. Hubungan India-Russia harus tumbuh dan mencapai tingkat yang lebih tinggi," tegas Modi sebelum perundingan bilateral dimulai.
Ia menyatakan bahwa kesejahteraan dunia hanya bisa dicapai melalui jalan damai dan menilai diskusi intensif beberapa hari terakhir membuka peluang menuju meredanya ketegangan global.
Putin dalam tanggapannya, mengatakan dirinya telah mendapat kesempatan untuk menjelaskan situasi terbaru di Ukraina. Ia menyebut Russia bersama beberapa mitra, termasuk Amerika Serikat, sedang membuka kemungkinan penyelesaian damai atas krisis tersebut.
Selain isu geopolitik, Putin menegaskan hubungan strategis kedua negara yang terbentang dari kerja sama militer, ruang angkasa, kecerdasan buatan, hingga teknologi lanjutan lainnya. Russia, kata Putin, tetap berkomitmen memperkuat kerja sama dengan India.
"Kami memiliki hubungan yang sangat saling percaya di bidang kerja sama militer-teknis, dan kami berniat terus maju di semua bidang itu," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!