Dari Teknologi ke Keuangan, RI–Jerman Kerja Sama Siapkan Mesin Baru Pertumbuhan Hijau
📅 Jumat, 05 Des 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Bappenas
JAKARTA – Penguatan kerja sama bilateral dengan Jerman menjadi strategis karena negara tersebut merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam teknologi, pembiayaan hijau, dan peningkatan kualitas SDM.
Di tengah transisi energi global dan tuntutan peningkatan daya saing industri, kolaborasi dengan Jerman membuka akses pada inovasi manufaktur, standardisasi industri berkelas dunia, serta investasi berorientasi keberlanjutan.
Selain itu, sinergi ini memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor bernilai tambah tinggi.
Dengan memaksimalkan alih teknologi, pengembangan talenta, dan pendanaan hijau dari Jerman, Indonesia dapat mempercepat transformasi ekonominya menuju struktur yang lebih produktif dan berdaya saing global.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) menyampaikan bahwa kerja sama dengan Jerman untuk memobilisasi teknologi hingga keuangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jerman salah satu partner penting bagi kami untuk mencapai objektif pembangunan Indonesia. Kerja sama dengan Jerman penting untuk memobilisasi pengetahuan, teknologi, dan keuangan,” ucap Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/12).
Dalam acara Indonesia-Germany Bilateral Consultation Meeting 2025, pemerintah Indonesia dan pemerintah Jerman berkomitmen memperkuat kerja sama yang berdampak nyata, mendukung transformasi ekonomi Indonesia, serta mempersiapkan proses negosiasi lanjutan pada tahun 2026.
Upaya penguatan ini dilakukan melalui dialog konsultasi kerja sama pembangunan untuk meninjau arah kebijakan kerja sama, sekaligus menyepakati sektor-sektor prioritas yang mendukung target pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Sebaiknya Anda baca juga:
Putut menegaskan pentingnya forum ini dalam memperkuat hubungan pembangunan kedua negara.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk menyelaraskan portofolio kerja sama dengan prioritas pembangunan nasional jangka menengah, sekaligus memperkuat fondasi bagi kolaborasi yang lebih strategis ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pertemuan konsultasi kedua negara ini turut menjadi momentum penting guna meningkatkan kapasitas institusional, memperluas pembiayaan inovatif, serta memastikan setiap inisiatif kerja sama yang berkontribusi pada pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
Forum konsultasi tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Pemerintah Republik Federal Jerman.
Kemudian Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, GIZ (Perusahaan Jerman untuk Kerja Sama Internasional), KfW (Bank Pembangunan milik Jerman), PTB (Physikalisch-Technische Bundesanstalt/National Metrology Institute of the Federal Republic of Germany).
Lalu beserta sejumlah kementerian/lembaga RI dan badan usaha milik negara (BUMN) terkait yang memiliki hubungan kerja sama dengan Jerman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!