Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OIKN Bangun 24 Unit Badan Air Wujudkan Pasokan Berkelanjutan

📅 Senin, 01 Des 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
OIKN Bangun 24 Unit Badan Air Wujudkan Pasokan Berkelanjutan Doc: Antara
Ket. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono (baju biru mudah) setelah menyaksikan penandatanganan kontrak pembangunan embung dan kolam retensi di IKN.

NUSANTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membangun 24 unit badan air berupa embung dan kolam retensi air dengan total berkapasitas 2 juta meter kubik, untuk mewujudkan pasokan air berkelanjutan di IKN dan kawasan sekitarnya.

“Pembangunan 24 unit badan air berkapasitas 2 juta meter kubik ini untuk menambah 2 juta meter kubik yang sudah kita punya dari 30 embung yang sudah ada,” kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Kalimantan Timur, akhir pekan kemarin.

Ia menyebut bahwa pembangunan embung dan kolam retensi ini memiliki fungsi strategis dalam menopang konsep Zero Delta Q atau Sponge City yang diusung Nusantara.

Infrastruktur ini dirancang untuk menahan, menyerap dan mengendalikan aliran air permukaan, harapannya adalah untuk mengurangi risiko limpasan air yang berlebihan, sekaligus untuk menjaga keseimbangan hidrologis kawasan.

Melalui mekanisme tersebut, lanjutnya, maka pembangunan badan air ini turut mendukung sistem konservasi air yang berkelanjutan plus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.

“Selain sebagai fungsi konservasi, keberadaan semua badan air ini juga memberikan nilai tambah terhadap estetika dan kualitas ruang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN,” katanya.

Embung dan kolam retensi berperan memperindah lanskap kota, menciptakan ruang terbuka hijau yang memperkaya karakter Nusantara sebagai ibu kota yang hijau, teduh dan berorientasi pada harmoni antara pembangunan modern dan keberlanjutan alam.

Ruang-ruang ini nantinya juga diyakini bisa menjadi lokasi interaksi sosial, rekreasi publik dan sebagai ruang komunal yang mendukung kualitas hidup masyarakat.

“Manfaat lainnya adalah sebagai penyedia cadangan air baku sekunder yang dapat digunakan untuk penyiraman taman, kebutuhan insidental seperti pemadaman kebakaran, hingga menurunkan suhu udara di sekitar kawasan,” ­katanya.

Termasuk menjadi fungsi pengendalian banjir skala mikro maupun makro, sehingga keberadaan embung dan kolam retensi menjadi bagian penting dalam membangun infrastruktur dasar Nusantara yang aman, resiliensi, adaptif dan berkelanjutan.

Sedangkan untuk pembangunan 24 badan air ini, pada Kamis (27/11), OIKN telah menandatangani kontrak kerja sama pembangunan di KIPP lokasi 1B dan 1C.

Penandatanganan dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen XXII-2025 OIKN Iryans Muhyono dan Pejabat Pembuat Komitmen XXIII-2025 OIKN Sigit Marwanto, dengan para perwakilan penyedia jasa, yaitu PT Bumi Karsa, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya.

“24 badan air (embung dan kolam retensi) dibangun di IKN dengan total kapasitas dua juta meter kubik, menambahi dua juta meter kubik dari 30 embung yang sudah ada saat ini,” ujar Basuki.

Embung dan kolam retensi memiliki fungsi strategis dalam menopang konsep pengelolaan sumber daya air yang mewajibkan setiap bangunan tidak boleh menambah debit air limpasan ke sistem saluran drainase atau sungai (zero delta q).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

23 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.