Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Sri Lanka Makin Parah, Korban Tewas Terus Berjatuhan

📅 Senin, 01 Des 2025, 15:26 WIB | Oleh:
Banjir Sri Lanka Makin Parah, Korban Tewas Terus Berjatuhan Doc: AFP

ISTANBUL - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Sri Lanka meningkat menjadi 334 orang, sedangkan 370 orang lainnya hilang, Pusat Penanggulangan Bencana negara itu melaporkan pada Minggu (30/11), menurut media lokal.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut di beberapa daerah yang dilanda banjir, tanah longsor, dan kerusakan luas sejak pulau itu terdampak cuaca buruk pada 17 November, seperti dilaporkan oleh Newswire.

Sejak Siklon Ditwah melanda Sri Lanka pada Rabu (26/11), sekitar 1,12 juta orang dari 309.607 keluarga telah terdampak di seluruh negeri.

Menurut News 1st, 1.275 pusat bantuan kini beroperasi dan menyediakan tempat berlindung bagi 180.499 orang yang mengungsi akibat bencana.

Sementara itu, militer terus melakukan operasi udara dan darat untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak, dan tim bantuan bekerja cepat untuk mengirimkan makanan, air, dan pasokan medis.

Menurut Daily Mirror, sebuah helikopter Angkatan Udara Sri Lanka jatuh pada Minggu (30/11) saat operasi bantuan bencana, dengan semua awak diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

Menurut media Ada Derana, seluruh universitas, perguruan tinggi, dan pusat pelatihan vokasi di bawah Kementerian Pendidikan, Pendidikan Tinggi, dan Pendidikan Vokasi akan menghentikan kegiatan akademik hingga 8 Desember.

Presiden Anura Kumara Dissanayake pada Sabtu (29/11) mengumumkan keadaan darurat bagi negara Asia Selatan tersebut sebagai tanggapan atas kerusakan parah yang disebabkan oleh Siklon Ditwah, menurut Daily Mirror.

Pemerintah mendorong warga negara Sri Lanka yang tinggal di luar negeri maupun warga negara asing untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan bagi mereka yang terdampak bencana.

Pihak berwenang juga telah mengeluarkan peringatan banjir berisiko tinggi untuk beberapa sungai besar, dan mengimbau masyarakat yang tinggal di hilir sungai tersebut untuk segera mengungsi.

Dissanayake memerintahkan pengerahan lebih dari 20.000 personel militer untuk operasi penyelamatan, lapor Daily Mirror.

Pihak berwenang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tanah longsor tingkat merah untuk delapan distrik berisiko tinggi, yang menandakan risiko serius bagi lereng curam, masyarakat di lereng bukit, dan zona rentan.

Menurut All India Radio, Departemen Meteorologi India telah mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah tenggara India, termasuk Tamil Nadu utara, Puducherry, dan pantai selatan Andhra Pradesh yang bersebelahan. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.