BP Batam: Investasi dan Logistik Jadi Penggerak Ekonomi Kawasan
📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 09:56 WIB | Oleh: Tim PenulisBATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebut sektor investasi dan kinerja logistik menjadi penggerak utama ekonomi kawasan, seiring dengan meningkatnya realisasi investasi, aktivitas ekspor, dan penguatan bidang logistik di wilayah tersebut pada awal 2026.
Pelaksana Harian Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan peran Batam memiliki arti strategis bagi perekonomian di wilayah Indonesia bagian barat.
“Pertumbuhan investasi dan sektor logistik menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya dunia usaha dan memberikan efek berantai ke sektor industri, perdagangan, dan jasa,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Sabtu (6/6).
Sebelumnya, BP Batam mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Angka tersebut tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Selain itu, kinerja logistik dari layanan direct call atau pelayaran langsung internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data operasional Batu Ampar Container Terminal menunjukkan, jumlah direct call internasional pada Januari-Mei 2026 mencapai 106 call. Jumlah tersebut meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatatkan 34 call.
Selanjutnya, volume peti kemas yang dilayani melalui layanan pelayaran langsung internasional tercatat mencapai 58.237 Twenty Foot Equivalent Units (TEUs) pada periode Januari-Mei 2026, meningkat 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 25.904 TEUs.
Capaian tersebut menyumbang 24 persen dari total volume peti kemas internasional yang ditangani pada periode yang sama, sekaligus mencerminkan semakin kuatnya peran TPK Batu Ampar sebagai gerbang perdagangan internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, kinerja ekspor Batam juga membuka tahun 2026 dengan sinyal positif di pasar global.
BP Batam mencatat, Amerika Serikat kembali menjadi motor utama dengan lonjakan ekspor sebesar 30,71 persen atau mencapai 860,32 juta dolar AS pada periode Januari hingga Februari 2026. Singapura menempati posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar 704,47 juta dolar AS atau tumbuh 4,52 persen.
India mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 410,23 persen atau sebesar 344,67 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan capaian pada triwulan pertama di tahun 2026, Li Claudia berkomitmen agar pihaknya akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas yang berkelanjutan.
"Capaian ini membuktikan bahwa Batam memiliki daya saing yang semakin kuat. Meningkatnya aktivitas logistik, ekspor, dan investasi menjadi indikator bahwa Batam berada pada jalur pertumbuhan yang tepat sebagai gerbang perdagangan dan investasi di wilayah Indonesia bagian barat," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!