Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau Melanda, Gorontalo Maksimalkan Pompa Air demi Menjaga Hasil Pertanian.

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 14:44 WIB | Oleh:
Kemarau Melanda, Gorontalo Maksimalkan Pompa Air demi Menjaga Hasil Pertanian. Doc: Antara Foto
Ket. Hamparan sawah di Provinsi Gorontalo yang menjadi bagian dari pengembangan sektor pertanian. Pemerintah Provinsi Gorontalo mempercepat program cetak sawah baru sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan luas areal tanam padi, serta menghadapi dampak perubahan iklim yang memengaruhi sektor pertanian. Jumat (31/7).

Pemerintah Provinsi Gorontalo mengoptimalkan berbagai infrastruktur dan bantuan pompa air untuk mengurangi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian agar produksi bahan pangan tetap terjaga.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Daeng Mario di Gorontalo, Jumat, mengatakan kemarau merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun. Namun, perubahan pola iklim membuat waktu datangnya musim kemarau semakin sulit diprediksi sehingga menyulitkan petani menentukan waktu tanam.

"Yang menjadi masalah sekarang adalah musim sudah bergeser akibat anomali iklim. Petani akhirnya terjebak karena setelah menanam saat hujan, satu hingga dua bulan kemudian justru masuk musim kemarau," katanya.

Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan berbagai upaya mitigasi, di antaranya pembangunan embung, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, optimalisasi lahan, hingga perbaikan jaringan irigasi. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap.

Sebagai langkah jangka pendek, Dinas Pertanian berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menginventarisasi pompa air yang dapat dimobilisasi ke wilayah terdampak kekeringan.

Menurut dia, rata-rata setiap kabupaten memiliki sekitar 200 unit pompa yang dapat digunakan selama masih tersedia sumber air di sekitar lahan pertanian.

Muljady mengatakan tanaman padi relatif aman karena sebagian besar sudah memasuki fase menjelang panen sehingga tidak terlalu bergantung pada curah hujan. Sementara itu, tanaman jagung menjadi komoditas yang paling rentan karena sebagian besar mengandalkan air hujan dan waktu tanam petani tidak seragam.

Ia menyebutkan luas lahan padi yang terancam kekeringan masih di bawah 10 hektare dan belum masuk kategori puso. Adapun lahan jagung yang dilaporkan mengalami puso baru sekitar lima hektare, sedangkan lahan lainnya masih berstatus terancam sehingga terus dipantau.

Pemerintah, lanjut dia, juga menyiapkan bantuan benih bagi petani apabila terjadi gagal panen agar mereka dapat segera melakukan penanaman kembali.

"Kalau memang terjadi puso, kami akan mengusulkan penggantian benih supaya petani bisa menanam kembali." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...
Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.