Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Survei, Green IT, AI, dan Pusat Data Jadi Motor Inovasi Keberlanjutan di Perusahaan Indonesia

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 22:20 WIB | Oleh:
Survei, Green IT, AI, dan Pusat Data Jadi Motor Inovasi Keberlanjutan di Perusahaan Indonesia Doc: Schneider Electric
Ket. Paparan survei berjudul Green Impact Gap oleh Schneider Electric. Riset ini menunjukkan adopsi AI dan teknologi digital makin memperkuat strategi keberlanjutan perusahaan Indonesia, meski masih ada kesenjangan antara target dan implementasi nyata.

JAKARTA – Schneider Electric, pemimpin global dalam teknologi energi, mengumumkan hasil survei tahunan berjudul Green Impact Gap. Riset ini mengungkap bahwa para pemimpin perusahaan di Indonesia semakin memandang keberlanjutan sebagai penggerak pertumbuhan dan peningkatan daya saing, serta menyadari bahwa ketidakpastian ekonomi dan geopolitik masih menjadi hambatan dalam meningkatkan investasi pada inisiatif keberlanjutan.

Tahun 2025 merupakan salah satu tahun dengan dinamika perubahan yang tinggi, sebanyak 32% CEO di Indonesia menyatakan bahwa perusahaan mereka menerapkan agenda keberlanjutan untuk memperkuat ketahanan terhadap disrupsi yang terjadi, naik dari 23% pada 2023 ketika survei ini pertama kali dilakukan.

Selain itu, 43% CEO menyatakan bahwa keberlanjutan meningkatkan citra dan reputasi perusahaan (naik dari 25% di 2023), dan 49% memprioritaskan agenda keberlanjutan untuk mendorong efisiensi biaya (naik dari 37% di 2023).

 Sebanyak 51% CEO juga menilai keberlanjutan dapat menciptakan peluang bisnis, hal tersebut konsisten dengan hasil di tahun 2023. Angka ini menunjukkan perubahan pandangan bahwa keberlanjutan kini bukan lagi sebagai agenda pelengkap, melainkan bagian inti dari strategi bisnis untuk menghadapi dinamika pasar.

 Sementara ketidakpastian ekonomi, regulasi, dan kebijakan masih menjadi penghambat utama investasi keberlanjutan di Indonesia. Hambatan seperti minimnya insentif (turun 7 poin menjadi 33%), kurangnya data pasar (turun 5 poin menjadi 21%), serta hambatan birokrasi (turun 15 poin menjadi 36%), mengalami penurunan signifikan sejak 2023. Hal ini menandakan bahwa iklim investasi keberlanjutan di Indonesia semakin kondusif bagi pelaku usaha.

 AI Membuka Peluang Efisiensi Biaya dan Energi

Teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) semakin terbukti membantu perusahaan di Indonesia dalam mengelola risiko finansial dan konsumsi energi. Saat ini, hampir separuh perusahaan telah memanfaatkan solusi berbasis AI untuk mencapai target keberlanjutan mereka.

Sebanyak 37% perusahaan menggunakan AI untuk mengoptimalkan proses dan pemanfaatan sumber daya, menjadikannya sebagai teknologi digital yang paling banyak diterapkan untuk keberlanjutan. Angka tersebut melonjak signifikan setelah sebelumnya di tahun 2024 menempati posisi keempat.

Lebih lanjut, perusahaan Indonesia menilai bahwa manfaat terbesar dari penerapan AI untuk keberlanjutan terletak pada otomatisasi pengumpulan dan pelaporan data (49%), optimasi konsumsi energi (43%), serta dukungan untuk desain dan pengembangan produk (47%).

Pemanfaatan AI untuk optimasi energi ini secara langsung menjawab risiko energi yang terus berulang, di mana hampir 45% perusahaan di Indonesia masih menyebut bahwa fluktuasi harga energi sebagai risiko utama. Hal ini masih menjadi sebuah tren yang konsisten sejak 2023 di seluruh negara yang disurvei.

Pusat data krusial dalam mendorong inovasi berbasis keberlanjutan

Dari seluruh sektor, pelaku industri pusat data menjadi yang paling banyak menyebut inovasi dan daya saing sebagai pendorong utama agenda keberlanjutan, dengan 51% responded menunjukkan hal tersebut, naik dari tahun sebelumnya di 48%.

Selain itu, 65% menyatakan bahwa investasi pada inovasi dan teknologi menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi lonjakan permintaan daya komputasi di Indonesia, sekaligus memastikan operasional yang lebih efisien dan rendah emisi.

 Di tengah meningkatnya diskusi global mengenai kebutuhan energi untuk AI, sebanyak 37% pemimpin bisnis di Indonesia telah menerapkan kebijakan green IT untuk menurunkan jejak karbon dari proses komputasi dan penyimpanan data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.