Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sektor IKFT Makin Tangguh, Siap Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi 2026

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 12:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sektor IKFT Makin Tangguh, Siap Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi 2026 Doc: istimewa
Ket. Direktur Jenderal IKFT Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier (tengah) bersama jajaran pimpinan dan peserta kegiatan berpose usai sesi Outlook dan Kinerja IKFT 2026 di Bogor, Selasa (25/11).

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan ketangguhan sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) sebagai salah satu pilar penting yang menopang stabilitas manufaktur nasional sepanjang 2025. 

Kinerja positif ini menjadi modal kuat memasuki tahun 2026, beriringan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi dan upaya mencapai target pertumbuhan hingga 8 persen pada tahun 2029.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Taufiek Bawazier, menyampaikan bahwa sektor IKFT tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global serta mampu mempertahankan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri pengolahan.

“Optimisme pelaku industri memberi sinyal bahwa kita berada pada jalur yang tepat. Tugas pemerintah adalah memastikan ekosistemnya semakin kondusif agar investasi, ekspor, dan produktivitas dapat terus meningkat," kata Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Taufiek dalam kegiatan Outlook dan Kinerja IKFT 2026 di Bogor, Selasa (25/11).

Kinerja industri sepanjang 2025 menunjukkan tren yang cukup positif. Pada Triwulan III 2025, Industri Pengolahan Nonmigas tumbuh sebesar 5,58% (YoY), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,04%. Sektor IKFT bahkan mencatat capaian yang lebih ekspansif dengan pertumbuhan 5,92% dan kontribusi 3,88% terhadap PDB nasional. 

Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor IKFT periode Januari hingga Agustus 2025 mencapai USD 35,25 miliar, sedangkan impor berada pada USD 32,31 miliar. Produk kimia, pakaian jadi, serta kulit dan alas kaki menjadi penopang utama ekspor, sementara tingginya impor bahan baku kimia menunjukkan perlunya penguatan struktur industri hulu dalam negeri.

Secara agregat, utilisasi kapasitas industri IKFT berada di kisaran 60%, yang turut terdorong oleh kebijakan hilirisasi terutama pada industri kimia berbasis migas dan bahan galian bukan logam. 

Penguatan ini tercermin pula dari peningkatan arus investasi, di mana realisasi investasi sektor IKFT pada periode Januari hingga September 2025 mencapai Rp142,15 triliun, naik signifikan dari Rp116,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor IKFT juga menyerap 6,7 juta tenaga kerja hingga Februari 2025, atau sekitar 4,6% dari total tenaga kerja nasional.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur industri nasional secara menyeluruh dalam mendukung target transformasi ekonomi sebagaimana tertuang dalam RPJPN 20252045. Upaya tersebut mencakup peningkatan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB hingga 21,9% serta percepatan laju pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8% pada 2029. 

Dalam konteks ini, sektor IKFT diarahkan menjadi motor penggerak melalui peningkatan konsumsi domestik, optimalisasi investasi, percepatan ekspor, dan penguatan substitusi impor.

“Kunci kita adalah memperkuat struktur industri dari hulu sampai hilir. Mulai dari kemandirian bahan baku, modernisasi mesin, hingga percepatan transformasi digital dan ekonomi sirkular, tegas Taufiek.

Program Prioritas

Ia menambahkan bahwa berbagai program prioritas telah disiapkan untuk memperkuat daya saing sektor IKFT, termasuk percepatan restrukturisasi mesin dan peralatan, hilirisasi komoditas migas, batubara, dan mineral, revitalisasi industri pupuk nasional, peningkatan ekspor dan investasi, optimalisasi penggunaan produk dalam negeri, serta percepatan implementasi Industri 4.0 dan penguatan rantai pasok bahan baku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kilang Pertamina Plaju Beka...
Megapolitan
Yukkk Ikuti Acara Unik: Bak...
Megapolitan
Polisi Gagalkan Peredaran N...
Megapolitan
Blok M Diharapkan Menjadi...

Jakarta Terus Berupaya Memperbaiki Udara

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Memp...
Megapolitan
Sumber Daya Hayati Berkelan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.