Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Ungkap Benteng Victoria Berpotensi jadi Ruang Edukasi Publik

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 15:37 WIB | Oleh:
Menbud Ungkap Benteng Victoria Berpotensi jadi Ruang Edukasi Publik Doc: Kemenbud
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) saat melakukan peninjauan ke Benteng Victoria, Ambon, Maluku, Jumat (28/11)

AMBON - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Benteng Victoria memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi publik. Ia menekankan pentingnya menghadirkan narasi sejarah yang lebih komprehensif serta memperluas akses masyarakat terhadap situs bersejarah tersebut.

"Ke depan, kita akan ikut memelihara dan mengaktivasi Benteng Victoria, terutama untuk pelestarian dan pelindungannya. Kita ingin situs ini memiliki narasi yang lengkap, utuh, dan dapat menjadi literasi sejarah bagi masyarakat," kata Menbud dalam keterangan pers, Sabtu (29/11).

Ia menuturkan, Benteng Victoria merupakan benteng tertua di Kota Ambon yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1575. Sebelumnya, nama benteng tersebut diberi nama Nossa Senhora de Anunciada.

Usai dikuasai Belanda pada awal abad ke-17, namanya berubah menjadi Victoria yang melambangkan 'kemenangan'. Benteng tersebut sempat mengalami kerusakan akibat gempa besar abad ke-18 sebelum direkonstruksi menjadi Nieuw Victoria.

"Pada masa kolonial, benteng ini difungsikan sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, dan basis militer. Kini, kompleks Benteng Victoria tercatat sebagai situs cagar budaya yang menyimpan berbagai artefak penting," kata Menbud Fadli.

Tercatat, ada beragam artefak penting di dalam Benteng Victoria. Di antaranya, meriam peninggalan VOC, peta perkembangan Ambon abad ke 17-19, hingga koleksi lukisan administrator Belanda.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Benteng Victoria menyimpan memori kolektif perjuangan rakyat Maluku melalui sosok Thomas Matulessy atau Pattimura.

"Benteng ini adalah saksi sejarah perjuangan Pattimura, yang pada tahun 1817 dipenjara di sini selama 35 hari sebelum dihukum gantung oleh kolonial Belanda," ucap Menbud Fadli.

Ia mengapresiasi kepada jajaran TNI yang telah menjaga kelestarian kawasan benteng. Ia menilai bahwa Benteng Victoria memiliki perjalanan sejarah panjang sebagai simbol pergulatan kekuatan kolonial di Kepulauan Maluku.

"Benteng yang merupakan cagar budaya ini dibangun oleh Portugis, kemudian diambil alih Belanda. Setelah Indonesia merdeka, benteng ini menjadi bagian dari TNI dan milik Republik Indonesia," ujar Menbud.

Sebelumnya, Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pemugaran Benteng Victoria. Menurut dia, benteng tersebut menjadi saksi lahirnya peradaban di Timur Indonesia.

"Benteng Victoria bukan sekadar bangunan tua, tapi jantung sejarah Ambon. Kita tidak bisa lagi menunda pemugarannya," kata dia.

Benteng Victoria telah lama ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Kementerian Kebudayaan. Namun kondisinya kini memprihatinkan, sebagian besar struktur bangunannya rusak berat, sementara area benteng masih ditempati oleh TNI. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.