Gubernur Khofifah Lepas Enam Truk Jahe Gajah dan Keripik Singkong ke Bangladesh dan Korea Selatan
📅 Kamis, 27 Nov 2025, 10:41 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas enam truk produk ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Devisa Jawa Timur dengan nilai total 351,6 ribu dolar AS atau setara 5,8 miliar rupiah. Pelepasan dilakukan dalam gelaran Festival Ekspor Jawa Timur 2025 yang berlangsung di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Rabu (26/11).
Adapun produk yang dilepas pertama adalah Jahe Gajah senilai 53.200 dolar dengan tujuan Bangladesh. Kedua, Keripik Singkong senilai 14.661 dolar AS dengan tujuan Korea Selatan.
Berikutnya produk yang dilepas adalah produk mie kering . Produk unggulan ini dikirim ke Belanda dengan total nilai ekspor mencapai 6.686,40 dolar AS . Selanjutnya, produk kerupuk senilai 200.000 dolar AS dikirim ke India.
Kemudian, produk unggulan sepatu negara tujuan Korea Selatan dengan total nilai ekspor 37.060 dolar AS . Dan yang terakhir, produk pakan ternak yang akan dikirim ke Australia total nilai ekspor 40.000 dolar AS .
“Alhamdulillah hari ini kita melepas enam truk produk ekspor desa devisa ke enam negara. Semoga ini jadi pelecut bagi kita semua untuk terus meningkatkan produk IKM Desa Devisa supaya tumbuh dan berkembang lebih besar lagi,” ujar Khofifah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di akhir tahun 2025, ini kado untuk Jawa Timur, _launching_ 72 Desa Devisa baru, sehingga per November 2025 terdapat 293 desa devisa di Jawa Timur. Ini tentunya juga kado untuk IKM dan Desa Devisa. Terimakasih LPEI yang telah membina dan mendampingi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan atau _stakeholder_ untuk semakin memperkokoh kolaborasi dalam meningkatkan daya saing ekspor Jawa Timur.
“Untuk Desa Devisa kali ini kontainernya dibantu oleh Pelindo III. Memang penguatan demi penguatan, fasilitasi demi fasilitasi bagi eksportir pemula dengan produk desa devisa membutuhkan support dari kita semua. Terima kasih kepada semua pihak atas sinerginya,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Semua institusi maupun _stakeholder_ bahkan pelaku IKM Desa Devisa, yang telah memberikan penguatan serta sinergitas yang terbangun hari ini menurut saya sangat komprehensif makan saya mohon bisa dijaga, dikuatkan intensitas koordinasi. Untuk berikutnya, semoga bisa bersama-sama saling memberikan penguatan,” imbuhnya.
Festival ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Pelindo Regional III, dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Jawa Timur, sebagai upaya memperkuat ekosistem ekspor khususnya melalui pengembangan Desa Devisa.
Lebih lanjut, Khofifah menyebut, Pemprov Jatim terus menggelar Misi Dagang diberbagai provinsi khususnya Indonesia Bagian Timur agar bisa ikut membantu memberikan kemudahan akses utamanya terkait produk unggulan Desa Devisa didaerahnya dengan menjadikan Jatim sebagai _pilot project_.
“Hilirisasi dari berbagai rempah itu luar biasa. Saya rasa mereka cukup _advance_, aksesnya harus dibantu. Maka kita mengajak untuk maju bersama untuk merajut nusantara supaya bisa lebih substansif dan produktif lagi ke depannya,” jelasnya.
Tak hanya melepas produk ekspor, Gubernur Khofifah juga menyaksikan penandatanganan hasil Business Matching oleh empat UKM Ekspor dengan Atase Perdagangan Malaysia. Empat UKM tersebut diantaranya Sang Bamboo dengan Cemara Ayu SDN BHD (Komoditi Kerajinan Topi & Anyaman Pandan) senilai 3,9 triliun rupiah.
Kedua, Dona Doni dengan Cemara Ayu SDN BHD (Komoditi Keranjang Handuk) senilai 44 juta. Selanjutnya, CV Temon Agro dengan Orient Biotech BHD (Komoditi Gula Aren) Senilai 198 juta. Terakhir, PT Grow Artha Rimpang dengan Nad Masroni (Komoditi Minuman Seduhan Herbal) senilai 77,7 juta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!