Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Tekankan Peningkatan Akses Layanan Kesehatan untuk Capai UHC

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Tekankan Peningkatan Akses Layanan Kesehatan untuk Capai UHC Doc: Antara
Ket. Menkes Budi Gunadi Sadikin ketika membuka Forum Nasional Pertama Konsil Kesehatan Indonesia di Jakarta, Selasa (25/11).

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa akses kesehatan yang baik menjadi aspek penting dalam pemenuhan pelaksanaan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

Menkes Budi Gunadi Sadikin ketika membuka Forum Nasional Pertama Konsil Kesehatan Indonesia di Jakarta, Selasa (25/11), menyampaikan bahwa cakupan UHC Indonesia menurut standar WHO mencapai 57 persen, sesuai dengan standar WHO terkait akses kesehatan yang baik, kualitas yang bagus, dan harga terjangkau.

"Jadi sebenarnya percuma punya kartu tapi begitu dia datang ke rumah sakit tidak bisa dilayani, alatnya tidak ada, dokternya tidak ada. Itu UHC-nya masih rendah," katanya.

Menyinggung kasus kematian Irene Sokoy dan bayi yang dikandungnya diduga karena sejumlah rumah sakit menolak menanganinya, ia menyebut, setiap warga negara berhak memperoleh layanan kesehatan.

Namun di sisi lain, dia mengakui kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih perlu ditingkatkan untuk memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Untuk itu, dia mendorong Konsil Kesehatan Indonesia mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama untuk memastikan kemudahan akses, peningkatan kualitas, dan harga yang terjangkau.

"Kementerian Kesehatan harus bekerja sama dengan Konsil Kesehatan Indonesia, harus bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan ketiga hal ini sebagai kewajiban negara," kata Budi Gunadi.

Secara khusus, dia menyoroti kolaborasi antara Kemenkes dan Konsil Kesehatan Indonesia untuk meningkatkan mutu 2,1 juta tenaga medis dan tenaga kesehatan guna melayani masyarakat.

"Kalau masih ada yang suka komplain, ini ada empat rumah sakit pindah-pindah, tidak terlayani kemudian sampai meninggal. Ya itu kita mesti introspeksi diri, artinya memang ada harus kita beresin," demikian Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.