Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stok Melimpah! Pemerintah Pastikan Indonesia Bebas Impor Beras dan Jagung Sepanjang Tahun

📅 Senin, 24 Nov 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stok Melimpah! Pemerintah Pastikan Indonesia Bebas Impor Beras dan Jagung Sepanjang Tahun Doc: ANTARA/ HO-Humas Bapanas
Ket. Dokumentasi - Petani memanen jagung.

JAKARTA – Kepastian pemerintah bahwa Indonesia tidak perlu melakukan impor beras dan jagung menegaskan bahwa stok domestik berada pada level aman, baik dari sisi produksi maupun cadangan di Bulog dan pelaku usaha.

Tidak bergantung pada impor memberikan keuntungan strategis: harga domestik lebih terkendali, tekanan fiskal berkurang, dan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.

Konsistensi pasokan juga memberi ruang bagi petani memperoleh harga yang lebih adil tanpa terganggu masuknya komoditas murah dari luar negeri.

Dengan stok yang dinilai mencukupi, fokus pemerintah kini mengarah pada efisiensi distribusi dan pengendalian inflasi pangan agar stabilitas pasokan benar-benar terasa hingga tingkat konsumen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan produksi beras dan jagung nasional berada pada kondisi aman sehingga Indonesia tidak memerlukan kebijakan impor karena ketersediaan pangan mencukupi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/11), Amran menuturkan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah serta dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan terkait sektor pertanian.

"Data KSA BPS (Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik), produksi beras Januari-Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dari target yang diberikan 32 juta ton. Jadi ada kenaikan 2,7 juta ton dari target yang diberikan," kata Mentan.

Menurutnya kenaikan produksi mencapai 2,7 juta ton tersebut menempatkan Indonesia pada posisi kuat dalam memenuhi kebutuhan beras nasional sekaligus menjaga kestabilan harga di seluruh wilayah.

Amran juga menyebut stok beras nasional pernah menyentuh angka 4,2 juta ton, yang menunjukkan peningkatan produksi jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal pemerintah pusat.

Ia juga menuturkan berdasarkan proyeksi lembaga riset Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA), turut memperkuat optimisme karena memperkirakan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024-2025 mencapai 34,6 juta ton.

Keyakinan serupa disampaikan Food and Agriculture Organization (FAO) yang memprediksi produksi beras nasional dapat menembus 35,6 juta ton pada 2025, menunjukkan swasembada semakin kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, untuk komoditas jagung, produksi pipilan kering berkadar air 14 persen diperkirakan mencapai 16,55 juta ton atau meningkat 9,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya sehingga kebutuhan pakan terpenuhi tanpa impor.

"Januari sampai Desember (2025 proyeksi produksi jagung) diperkirakan mencapai 16,55 juta ton, meningkat 9,34 persen dibandingkan 2024 pada periode yang sama, dan Indonesia untuk pakan tidak impor jagung," tegasnya.

Amran menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara Komisi IV DPR, TNI-Polri, Kemendagri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian serta seluruh pihak yang terus mendukung sektor pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Respons Pemprov Atas Aduan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Perkuat Pe...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.