Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspada Potensi Gelombang 2,5 Meter pada 24–27 November di NTT

📅 Senin, 24 Nov 2025, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Waspada Potensi Gelombang 2,5 Meter pada 24–27 November di NTT Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Perairan di wilayah pesisir Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat potensi gelombang laut setinggi 2,5 meter di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya pada 24–27 November 2025.

“Tinggi gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT hingga 27 November 2025,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, Senin (24/11).

Ia mengatakan potensi tinggi gelombang tersebut dapat terjadi di wilayah perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Sabu-Raijua, dan perairan selatan Timor Rote.

“Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah barat menuju barat laut, dengan kecepatan berkisar 6 hingga 27 knot,” katanya.

Ia menambahkan terpantau adanya Siklon Tropis Fina ydi sekitar perairan barat Darwin, Australia, dengan pergerakan ke arah barat daya menjauhi wilayah NTT.

“Kondisi ini menyebabkan massa udara di sebagian besar wilayah NTT tertarik menuju ke pusat Siklon Tropis Fina, sehingga terjadi penurunan curah hujan di wilayah NTT,” ujarnya.

Intensitas siklon tersebut, lanjutnya, diperkirakan dalam 24 jam ke depan masih di kategori empat dengan pergerakan menuju arah barat daya.

Yandri juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai awan Cumulonimbus (awan gelap seperti bunga kol) yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba.

Lebih lanjut BMKG telah menerbitkan peringatan dini yang berlaku mulai Senin (24/11) hingga Kamis (27/11) kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut.

Bagi pengguna perahu nelayan, kata dia, diimbau waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, sedangkan bagi operator kapal tongkang patut waspada bila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

“Masyarakat dan pemangku kepentingan diminta untuk selalu memantau informasi terkini dari BMKG,” kata Yandri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Mau Kredit Usaha Makin Gamp...

IMAX dengan Laser vs IMAX Biasa vs IMAX GT Laser: Apa Bedanya?

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
IMAX dengan Laser vs IMAX B...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.