Lestari Moerdijat Harap Pengembangan Situs Patiayam Segera Dirumuskan untuk Lestarikan Kawasan Situs Purbakala dari Kudus hingga Pati
📅 Minggu, 23 Nov 2025, 20:10 WIB | Oleh: SriyonoMenurut Ferry, proses pembentukan lapisan tanah dan efeknya kepada makhluk hidup dapat memberikan konteks baru pada cabang ilmu yang lain. “Kondisi ini peluang bagi situs Patiayam untuk menjadi bagian dari upaya untuk mempersempit gap tersebut,” ujar Ferry.
Terkait upaya pengembangan situs Patiayam secara berkelanjutan, menurut Ferry, model-model penataan ruang dalam pengelolaan kawasan harus dipikirkan secara serius.
Agar, tegas dia, kepentingan-kepentingan sosial masyarakat dan pelestarian situs Patiayam dapat berjalan secara beriringan dalam pengembangan kawasan.
Berdasarkan pengamatan Ferry, di kawasan Patiayam ada dua kegiatan ekonomi masyarakat yaitu masyarakat bekerja sebagai buruh pabrik di sekitar Kudus dan masih ada juga yang bertani di sekitar wilayah Patiayam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, situs Patiayam berpotensi menjadi tempat pembelajaran lapangan bagi masyarakat. Sehingga di masa depan masyarakat di sekitar situs Patiayam juga berpotensi menjadi ilmuwan di bidang arkeologi, geologi dan vulkanologi.
Pada kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Kudus juga berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya pelestarian dan pengembangan situs Patiayam melalui kewenangan-kewenangan yang dimilikinya.
Upaya tersebut antara lain dengan konsisten menganggarkan dana untuk tali asih dan memberikan sertifikat bagi masyarakat yang menemukan fosil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pelestarian fosil di situs Patiayam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!