Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lestari Moerdijat Harap Pengembangan Situs Patiayam Segera Dirumuskan untuk Lestarikan Kawasan Situs Purbakala dari Kudus hingga Pati

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 20:10 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat Harap Pengembangan Situs Patiayam Segera Dirumuskan untuk Lestarikan Kawasan Situs Purbakala dari Kudus hingga Pati Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Langkah lanjutan pascaekskavasi situs Patiayam penting untuk segera dirumuskan bersama sebagai bagian dari upaya pengembangan dan pelestarian kawasan situs purbakala yang membentang dari wilayah Kudus hingga Pati, Jawa Tengah (Jateng).

“Ancaman dari alam yang sering berubah secara ekstrim dan masyarakat yang tidak peduli terhadap pelestarian benda-benda bersejarah di situs Patiayam harus disikapi bersama dengan langkah nyata,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/11).

Lestari menegaskan hal itu secara daring dalam acara Forum Diskusi Aktual Berbangsa Bernegara (FDABB) dengan tema Memahami Situs Patiayam dalam Konteks Prasejarah Indonesia, bersama para pakar arkeologi, pakar geologi, dan pakar kesehatan di kawasan situs purbakala Patiayam, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (22/11) malam.

Hadir pada acara tersebut antara lain, Prof. Dr. Truman Simanjuntak (Ketua Center for Prehistoric and Austronesian Studies /CPAS Indonesia), Prof. Dr. Francois Semah (Muséum national d'Histoire Naturelle, Perancis), Prof. Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T., IPM. (Universitas Amanat Keluarga Pejuang Republik Indonesia / AKPRIND), Prof. Dr. Ir. Sutikno Bronto (Universitas AKPRIND), dan Ir. Ferry Fredy Karwur., M.Sc., Ph.D. (Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan/FIK Universitas Kristen Satya Wacana).

Selain itu hadir pula secara daring Bupati Kudus Dr. Ars. Sam'ani Intakoris, S.T., M.Tdan jajarannya, serta Kepala Desa Terban, Patiayam, Kudus, Supeno.

Rerie, sapaan akrab Lestari mendorong agar pihak-pihak terkait dapat segera mengidentifikasi tantangan dan peluang agar situs purbakala Patiayam menjadi bagian dari pengembangan kebudayaan bangsa Indonesia.

Diakui Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI, pekerjaan rumah dalam upaya mengembangkan situs Patiayam masih banyak.

Namun, Rerie yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat membangun kolaborasi yang kuat membuat perencanaan yang menyeluruh demi merealisasikan langkah yang tepat bagi pengembangan situs purbakala Patiayam di masa depan.

Menurut Ketua CPAS Indonesia, Truman Simanjuntak situs Patiayam adalah situs purbakala yang lengkap dan unik karena terisolasi dari situs hominid yang lain.

Truman juga menambahkan potensi penggalian dapat dikembangkan ke lokasi lain seperti di lokasi yang memiliki lapisan batuan dengan formasi Slumprit yang diperkirakan usianya adalah 800 ribu tahun.

Menurut dia, keamanan fosil, kerja sama dengan masyarakat, pemberian tali asih dan sertifikat bagi penemu fosil harus konsisten diterapkan, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian dan keamanan fosil dan situs di Patiayam.

“Situs Patiayam ini khas, lengkap, dan kaya. Kawasan ini merupakan kekayaan bangsa yang tersembunyi,” ujar Truman.

Dalam proses pengembangan ke depan, Truman berharap, situs Patiayam dapat berdampak positif bagi masyarakat melalui pengelolaan yang mengedepankan perspektif keilmuan, kebudayaan, dan lingkungan.

Francois Semah dari Muséum national d'Histoire Naturelle, Perancis berpendapat, setiap peneliti selalu memiliki sikap yang tidak pernah puas, tetapi untuk memenuhi ketidakpuasan itu harus dilakukan secara bertahap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.