Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Risiko Respiratory Syncytial Virus pada Bayi Prematur dengan Pemberian Antibodi Monoklonal

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 18:23 WIB | Oleh:

“Langkah ini merupakan upaya pencegahan penting yang perlu disadari orang tua. Palivizumab sendiri telah terbukti menurunkan angka rawat inap akibat RSV hingga lebih dari 50% pada bayi berisiko tinggi.” tambah Cissy.

Orang tua memiliki peran utama dalam menjaga bayi prematur agar tetap sehat dan tumbuh kuat. Mencegah satu kali infeksi berarti memberi satu kesempatan lagi bagi bayi untuk bernapas lebih lega, tertawa lebih lama, dan tumbuh dengan harapan yang lebih besar.

“Selain imunisasi pasif dengan pemberian antibodi monoklonal seperti Palivizumab, orang tua juga harus melakukan langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah bayi prematur terpapar RSV. Upaya tersebut diantaranya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik, serta membatasi aktivitas di tempat ramai,” tambah Rina.

Medical Director Astra Zeneca Indonesia, dr. Feddy mengatakan, selain upaya orang tua menjaga kesehatan bayi prematur, dukungan edukasi dan informasi dari pihak medis tetap menjadi bagian penting dalam mencegah risiko infeksi RSV. Upaya mengurangi risiko infeksi RSV tidak hanya bergantung pada tindakan berbasis klinis, tetapi juga pada kesadaran dan langkah preventif orang tua. 

“Sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan anak, orang tua berperan penting dalam memahami cara penularan virus dan membiasakan perilaku hidup bersih sejak dini. Astra Zeneca Indonesia berkomitmen mendukung edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan perlindungan bagi bayi berisiko tinggi,” ungkapnya.

Pada akhirnya, kesadaran publik menjadi faktor penting untuk menekan beban penyakit RSV di Indonesia, terutama pada bayi prematur sebagai bagian dari kelompok berisiko. Kolaborasi lintas sektor seperti pemerintah, tenaga medis, organisasi profesi, dan industri kesehatan juga berperan besar dalam memperluas edukasi publik terkait infeksi ini.

President Director Astra Zeneca Indonesia, Esra Erkomay, mengungkapkan, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, AstraZeneca berupaya melindungi mereka yang paling rentan, termasuk bayi yang berisiko tinggi mengalami infeksi RSV berat. Pihaknya terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperluas pemahaman tentang RSV untuk membantu mengurangi beban penyakit pernapasan pada anak. 

Sebaiknya Anda baca juga:

“Kegiatan edukasi seperti ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan pernapasan, terutama bagi bayi berisiko tinggi. Kami percaya bahwa dengan edukasi yang berkelanjutan dan langkah pencegahan yang tepat, setiap bayi di Indonesia dapat tumbuh dengan perlindungan yang lebih baik dan kualitas hidup yang optimal,” paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Potensi komoditas kakao Jembrana

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.