Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rentan Terpapar Konten Dewasa, Menkomdigi: Keselamatan Digital Anak Dimulai dari Keluarga

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 22:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Rentan Terpapar Konten Dewasa, Menkomdigi: Keselamatan Digital Anak Dimulai dari Keluarga Doc: istimewa
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam acara Festival Hari Anak Sedunia 2025 di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Kamis (20/11) mengatakan menegaskan pentingnya peran orang tua mendampingi anak-anak berinteraksi di ruang digital

JAKARTA- Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa upaya pelindungan anak di ruang digital membutuhkan peran keluarga dan pendampingan orang tua.

"Anak-anak kita tengah berlari di dunia yang amat kencang dan penuh tantangan dan sebagian besar orang tua masih membiarkan mereka berlari sendirian di ranah yang tidak aman ini," ujar Meutya dalam acara Festival Hari Anak Sedunia 2025 di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Kamis (20/11).

Meutya mengatakan, menurut data survei Online Knowledge and Practice of Children in Indonesia yang dilakukan oleh United Nations Children's Fund (UNICEF) pada 2023, anak-anak di Indonesia rata-rata menggunakan internet selama 5,4 jam per hari, 50,3 persen diantaranya pernah melihat konten dewasa, dan 48 persennya pernah mengalami perundungan digital.

Meutya mencontohkan kisah MW, siswa kelas tiga SD, yang menemukan konten dewasa dari permainan daring, serta Denta yang dirundung di media sosial setelah memposting konten kampanye anti rokok, menegaskan pentingnya peran orang tua mendampingi anak-anak berinteraksi di ruang digital.

“Yang kita inginkan adalah orang tua bukan membuatkan akun untuk anak-anaknya, tapi justru mendampingi anak-anaknya dalam berselancar di dunia maya,” tegas Meutya.

Pelindungan anak di ruang digital juga diperkuat oleh pemerintah melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS yang mewajibkan platform digital melakukan penundaan akses kepada anak yang belum cukup usia untuk mengakses platform tersebut.

Meutya menyampaikan, setelah penerbitan PP TUNAS, beberapa platform mulai menyesuaikan kebijakannya. “Contohnya Roblox sekarang sudah menerapkan sistem verifikasi usia anak dengan menggunakan kamera,” katanya.

Meutya berharap melalui upaya-upaya ini dapat memastikan anak tumbuh aman dan percaya diri di ruang digital.

Dalam acara ini, Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi Alexander Sabar.

Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi serta para perwakilan komunitas pemerhati anak.

Festival Hari Anak Sedunia 2025 diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Sedunia atau World Children's Day yang diperingati pada tanggal 20 November.

Acara ini mengusung tema "Listen to the Future" untuk mengajak semua pihak benar-benar mendengar suara anak dan memastikan mereka tangguh menghadapi tantangan digital, krisis iklim, dan pemenuhan hak-hak mereka menuju Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.