Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pansus DKI Pendidikan Desak Aturan Sekolah Gratis dan Ekosistem Belajar di Ruang Publik

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 20:30 WIB | Oleh:
Pansus DKI Pendidikan Desak Aturan Sekolah Gratis dan Ekosistem Belajar di Ruang Publik Doc: DPRD DKI Jakarta

JAKARTA - Wakil Ketua Pansus Penyelenggaraan Pendidikan DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina menegaskan sejumlah regulasi strategis yang akan menjadi landasan penguatan layanan pendidikan di ibu kota. Penekanan ini mencakup implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3 Tahun 2024 serta penguatan skema sekolah gratis untuk seluruh warga.

Elva juga menyoroti pengaturan pendanaan bagi madrasah, pesantren, dan sekolah masyarakat sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan. Ia menyebut keberpihakan terhadap seluruh jenis lembaga pendidikan menjadi prinsip utama dalam penyusunan Raperda ini.

Ia menyampaikan penjelasan tersebut dalam audiensi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang digelar di Balaikota. Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk menegaskan arah kebijakan pendidikan daerah ke depan.

"Kami mempertegas Putusan MK Nomor 3 Tahun 2024 serta ketentuan sekolah gratis dan pendanaan pendidikan."

Elva menjelaskan bahwa Pansus ingin memastikan seluruh poin di dalam Raperda Penyelenggaraan Pendidikan memiliki dasar hukum yang kuat dan selaras dengan kebijakan nasional. Penguatan regulasi dianggap penting untuk memberikan kepastian layanan pendidikan bagi masyarakat.

Ia memaparkan bahwa ketentuan mengenai sekolah gratis harus diterapkan secara konsisten agar tidak menimbulkan perbedaan pelayanan antarwilayah. Menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan tidak ada lagi siswa yang terbebani biaya pendidikan.

Selain itu, Elva menuturkan bahwa pendanaan untuk madrasah, pesantren, dan sekolah masyarakat harus difokuskan pada peningkatan kualitas layanan. Dukungan ini dinilai penting karena lembaga-lembaga tersebut juga berkontribusi signifikan dalam penyelenggaraan pendidikan di Jakarta.

Pansus turut menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan seluruh masukan dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Masukan itu dinilai relevan, terutama terkait gagasan pemanfaatan ruang publik sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

"Pemanfaatan ruang-ruang publik untuk kegiatan belajar."

Ia menjelaskan bahwa ruang publik seperti taman kota, gedung serbaguna, hingga ruang komunitas dapat dijadikan area pendukung proses belajar. Pemanfaatan ruang tersebut dianggap sejalan dengan perkembangan metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan terbuka.

Menurut Elva, ekosistem pendidikan yang memanfaatkan ruang publik dapat memperluas akses dan memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Ia menilai konsep tersebut akan menjadi salah satu inovasi yang memperkuat karakter pendidikan di Jakarta.

Selain penekanan pada ekosistem ruang publik, Elva juga meminta pemerintah daerah untuk mengawal aturan teknis mengenai sanksi dalam peraturan gubernur. Aturan sanksi ini diperlukan untuk memastikan seluruh ketentuan Raperda dapat dijalankan tanpa adanya pelanggaran.

Ia menyebut pengawalan teknis tersebut harus dilakukan secara cermat agar implementasi peraturan dapat berlangsung efektif. Pengaturan sanksi diyakini akan memperkuat disiplin dan meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.

Elva menambahkan bahwa pengawasan juga harus dilakukan pada tahap implementasi agar setiap lembaga pendidikan mengikuti standar yang ditetapkan. Penerapan standar tersebut dianggap penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.