Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkum: Kue Lapis Tidore Masuk Kekayaan Intelektual yang Dilindungi

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 06:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkum: Kue Lapis Tidore Masuk Kekayaan Intelektual yang Dilindungi Doc: ANTARA
Ket. Kue Lapis Tidore masuk kekayaan intelektual komunal yang dilindungi.

TERNATE – Kantor Wilayah (Kanwil), Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara menyatakan kue lapis Tidore memiliki cita rasa yang khas, enak dan gurih  masuk kekayaan intelektual komunal yang dilindungi.

"Kue berbentuk bulat dan bertekstur lembut dan empuk tersebut, biasanya disajikan saat momen hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, acara nikahan, sunatan dan acara besar lainnya. Kue ini bahkan menjadi salah satu kue utama yang selalu dihidangkan untuk tamu di Kedaton Kesultanan Tidore," kata Kepala Kanwil Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir, di Ternate, Rabu(19/11).

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum), kue lapis Tidore masuk sebagai kekayaan intelektual komunal (KIK) kategori indikasi asal yang telah tercatat dan dilindungi negara. 

Kakanwil Kemenkum Malut mengatakan  indikasi asal adalah tanda yang digunakan pada suatu barang atau jasa untuk menunjukkan daerah asalnya, yang tidak harus secara langsung terkait dengan faktor alam.  

Ia mengatakan, Malut kaya akan indikasi asal dan jenis KI komunal yang patut dilindungi. 

Ia mengingatkan tanpa pelindungan hukum yang memadai, indikasi asal berisiko dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Untuk itu, dibutuhkan sinergi seluruh pihak baik pemerintah daerah dan komunitas masyarakat untuk mengidentifikasi dan mencatatkan indikasi asal dan jenis kekayaan intelektual komunal lainnya ke DJKI Kementerian Hukum," ujarnya.

Kue Lapis Tidore kini menjadi produk jualan yang sering dipesan lintas daerah sehingga membantu ekonomi masyarakat khususnya rakyat kecil dan pelaku usaha mikro.

Kue lapis Tidore memiliki keistimewaan dibandingkan kue lapis lainnya disebabkan karena proses glatinisasi melalui suhu panas api sedang pada saat pembakaran, sehingga menghasilkan perubahan pada pati selama proses memasak dan rasa yang gurih dan nikmat di lidah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.