Warga Ciledug Bisa Akses Pos Kesehatan Lebih Dekat
📅 Minggu, 15 Feb 2026, 12:43 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
TANGERANG - Dengan diresmikannya pos kesehatan merah putih, warga Cilegdug dapat akses kesehatan lebih dekat. Wakil Menteri Kesehatan dr Benjamin Paulus Octavianus meresmikan pos kesehatan merah putih di Pasar Anyar dan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Langkah ini untuk mendekatkan akses pemeriksaan kesehatan dasar melalui lokasi yang mudah dijangkau yakni pasar.
"Ini sebagai bagian dari program percontohan nasional layanan cek kesehatan di pasar tradisional," kata Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus saat meresmikan pos kesehatan di Pasar Anyar Tangerang, Sabtu. Wamenkes menyampaikan program ini dilaksanakan serentak di lima lokasi di Provinsi Banten dan menjadi percontohan nasional. Lalu Kota Tangerang sebagai pelopor pelaksanaan Pos Kesehatan Merah Putih di pasar.
“Saya senang sekali karena Banten menjadi pelopor gerakan ini, termasuk Kota Tangerang. Ini perjuangan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan untuk operasional pos, tenaga kesehatan disiapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kota Tangerang yang didukung rumah sakit swasta serta relawan.
Adapun jam pelayanan disesuaikan dengan waktu puncak aktivitas pasar agar memudahkan warga untuk datang. "Apabila masyarakat tidak sempat ke puskesmas atau rumah sakit, hampir setiap hari mereka datang ke pasar. Di sinilah kita hadir agar masyarakat bisa mampir cek kesehatan, mulai dari pemeriksaan tensi dan gula darah,” ujar dr. Dini.
Ia menekankan, dua pemeriksaan tersebut sangat penting karena hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol menjadi penyumbang terbesar penyakit berat seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan hadirnya Pos Kesehatan Merah Putih di pasar, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan meningkat dan kasus penyakit kronis dapat ditekan melalui deteksi dini. “Tujuan utamanya satu, agar masyarakat hidup sehat. Pasar kita jadikan gerbang awal menjaga kesehatan,” kata dr. Dini.
Setara Nasional
Menurut Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus, layanan Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD Kota Tangerang, Banten setara dengan rumah sakit rujukan nasional dari sisi peralatan maupun kesiapan sumber daya manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Fasilitasnya lengkap, standarnya sama dengan rumah sakit rujukan nasional. SDM-nya juga siap, mulai dari dokter spesialis hingga perawat. Yang membanggakan, layanan ini dapat diakses pasien BPJS tanpa biaya,” kata Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin di Tangerang Sabtu.
Ia menekankan pentingnya kecepatan penanganan bagi pasien stroke dan serangan jantung. Menurutnya, waktu emas penanganan maksimal enam jam sejak gejala muncul sangat menentukan keselamatan pasien.
“Dengan adanya Cath Lab di Kota Tangerang, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh. Ini sangat menolong rakyat, terutama untuk penanganan jantung dan stroke,” ujarnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, peresmian Cath Lab sekaligus Posko Kesehatan Merah Putih merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan kuratif dan preventif.
“Kita tidak hanya mengobati, tapi juga mencegah. Posko Kesehatan Merah Putih hadir di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug agar masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dasar seperti tensi dan gula darah secara mudah dan gratis,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui RSUD Kota Tangerang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!