Tahun 2025 Pertamina Bakal Kantongi Pendapatan 68 Miliar Dolar AS
📅 Selasa, 18 Nov 2025, 22:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Direktur utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri memproyeksikan tahun 2025 ini perusahaan plat merah itu akan membukukan pendapatan sebesar 68 Miliar Dolar, atau setara dengan 1.127 t triliun rupiah.
Rinciannya,capaian laba bersih diproyeksikan sebesar 3,3 Miliar Dolar atau setara dengan 54 triliun rupiah. "Adapun kontribusi Pertamina kepada negara melalui penerinaan negara bukan pajak (PNBP), pajak dan dividen sampai dengan September 2025 mencapai 262 Triliun rupiah,"ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, 17 November 2025
Selain itu di sisi operasional, hingga 31 Oktober 2025, improvement kinerja operasional Pertamina terukur jelas dengan tren positif, antara lain produksi Migas tetap terjaga diatas 1 Juta MBOEPD Million Barrel of Oil Equivalent Per Day), Yield Valuable Kilang mencapai level tertinggi lebih dari 83 persen, volume penjualan menembus lebih dari 100 juta kilo liter (KL), volume Niaga Gas tetap stabil di atas 300 juta MMBTU millions of british thermal units), volume kargo Pertamina International Shipping tumbuh 8 persen, dan produksi listrik diproyeksikan mencapai 8,4 GWh (giga watt hour).
“Capaian ini menunjukkan improvement bukan hanya jargon, tetapi komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi dan memberi nilai terbaik bagi Indonesia menuju Indonesia emas 2045,” tegas Simon.
Dia menekankan bahwa Pertamina berhasil menjaga kinerja keuangan dan operasional tetap solid sepanjang 2025, di tengah tekanan kondisi makro global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pencapaian ini terangnya selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Pertamina sebagai soko guru dan tumpuhan bangsa Indonesia.
Simon melanjutkan bahwa program strategis Pertamina sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dengan fokus utama adalah penguatan swasembada energi.
"Pertamina mengimplementasikan program strategis melalui Dual Growth Strategy dengan memaksimalkan bisnis konvensional dan mempercepat transisi menuju energi rendah karbon. Ini adalah langkah improvement berkelanjutan sesuai dengan arah pembangunan nasional,” jelas Simon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, program strategis Pertamina dirancang untuk mendukung agenda pemerintah meningkatkan produksi Migas, memperbaiki neraca energi, dan mendorong transisi menuju energi bersih yang terjangkau bagi masyarakat.
Revisi UU Migas
Pada kesempatan yang sama, Simon turut menyampaikan aspirasi Revisi Undang-Undang (RUU) Migas. “RUU Migas menjadi solusi strategis yang tidak hanya merevisi aturan, tetapi berpotensi menjadi lokomotif transformasi energi nasional,” ucap Simon.
Menurutnya, regulasi baru ini sangat penting untuk memastikan hasil yang cepat dan terbaik. RUU Migas memiliki tujuan yang jelas, memperkuat upaya menuju swasembada energi, memastikan Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, sekaligus menciptakan multiplier effect, mendorong iklim investasi, ketahanan dan keberlanjutan energi, transisi energi.
“Dengan regulasi yang tepat, kita dapat mengubah tantangan menjadi peluang dan tentunya dapat menjadikan energi sebagai pilar kedaulatan bangsa,” ujar Simon.
Simon menambahkan, Pertamina berkomitmen memastikan bahwa setiap tetes migas yang dihasilkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!