Rasa Aman Warga Jerman Tergerus, Ancaman Keamanan Pasar Jadi Perhatian Utama
📅 Senin, 17 Nov 2025, 15:59 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AP
MOSKOW - Lebih dari 60 persen warga Jerman mengkhawatirkan serangan di pasar Natal tahun ini, menurut kantor berita DPA yang mengutip sebuah studi yang dilakukan bersama dengan YouGov.
Menurut survei tersebut, ketika ditanya apakah kunjungan ke pasar Natal menimbulkan kecemasan setelah serangan-serangan sebelumnya, 22 persen responden mengatakan merasakan kecemasan yang kuat, 40 persen lainnya merasa agak cemas, sementara hanya 35 persen yang mengatakan tidak merasa cemas saat mengunjungi pasar Natal.
Berdasarkan hasil survei, 41 persen warga Jerman merasa langkah keamanan di pasar-pasar sudah memadai, sementara 37 persen lainnya tidak menganggap demikian.
Namun, badan tersebut tidak menyebutkan data baik mengenai jumlah warga Jerman yang disurvei, waktu pelaksanaan studi, atau margin kesalahan survei.
Hasil survei YouGov untuk DPA, yang dilakukan pada 10-11 Maret, menunjukkan bahwa 57 persen warga Jerman merasa kurang aman di ruang publik selama setahun terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 20 Maret, surat kabar Bild melaporkan bahwa banyak festival dan acara jalanan tradisional baru-baru ini dibatalkan karena meningkatnya ancaman teror di negara tersebut.
Dalam satu tahun terakhir, terjadi peningkatan kecelakaan mobil yang menabrak kerumunan dan serangan pisau terhadap pejalan kaki di Jerman, yang seringkali mengakibatkan kematian.
Tragedi telah terjadi antara lain di Solingen, Magdeburg, Aschaffenburg, München, dan Mannheim. Kejahatan ini kerap dilakukan oleh pengungsi yang tinggal di negara tersebut secara ilegal. Ant/Sputnik/RIA Novosti
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!